Home / Daerah / Infrastruktur / Metropolitan / Nasional / Nias / Regional / Sumut

Jumat, 24 Oktober 2025 - 16:19 WIB

Ratusan Warga Demo Minta Gubernur Sumut Copot Kepala UPTD PUPR Gunungsitoli

IDN Hari Ini, Bias – Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Pembangunan Nias (AMP Nias) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor UPTD Gunungsitoli Bina Marga Dinas PUPR Provinsi Sumatera Utara, Kamis (23/10/2025).

Massa menuntut Gubernur Sumatera Utara dan Kepala Dinas PUPR Sumut segera mencopot Kepala UPTD PUPR Gunungsitoli, Dadang Irwansyah Siregar, ST, karena diduga gagal mengawasi pelaksanaan proyek pembangunan jalan provinsi di Kepulauan Nias yang bernilai Rp165 miliar.

Koordinator aksi, Helpin Zebua, menyebut pihaknya menemukan banyak kejanggalan dan pelanggaran teknis di lapangan. “Pengaspalan dilakukan saat jalan becek dan hujan, permukaan jalan tidak memiliki elevasi yang benar, dan air tergenang di badan jalan. Material juga diduga tidak melalui uji laboratorium,” ungkap Helpin dalam orasinya.

Proyek tersebut mencakup sejumlah ruas utama seperti Gunungsitoli–Afia, Afia–Tuhemberua, Miga–Lolowua, Lolowua–Dola, Dola–Duria, dan Hilimbuasi–Mandrehe.

Orator aksi lainnya, Darwis Zendrato, menuntut Dinas PUPR Sumut memanggil seluruh rekanan dan memerintahkan perbaikan atau pembongkaran ulang terhadap pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi. “Kami juga meminta dilakukan audit teknis menyeluruh dan menjatuhkan sanksi terhadap kontraktor nakal,” tegasnya.

Selain itu, AMP Nias meminta Pemprov Sumut mem-blacklist PT Karunia Sejahtera Sejati (KSS) yang dinilai memiliki catatan buruk dalam pengerjaan proyek di Nias. “Kinerja Kepala UPTD PUPR Gunungsitoli buruk, dan PT KSS punya rekam jejak hitam, tapi masih dipakai sebagai rekanan,” tambah Darwis.

Massa juga mendesak DPRD Sumut segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan memanggil pihak-pihak terkait. “DPRD harus peka terhadap keluhan masyarakat dan mutu pembangunan jalan yang buruk di Kepulauan Nias,” ujarnya.

Sementara peserta aksi lainnya, Notatema Lase dan Yason Gea, menegaskan aksi mereka bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk menegakkan keadilan dan memastikan uang rakyat digunakan dengan benar.

“Kami ingin jalan yang kuat dan berkualitas, bukan proyek asal jadi,” ucap mereka dengan tegas.

Pantauan di lapangan menunjukkan, usai aksi di kantor UPTD PUPR Gunungsitoli, massa AMP Nias bergerak menuju lokasi proyek ruas jalan Nias Tengah–Duria Sigelo Kecamatan Hiliserangkai untuk meninjau langsung kondisi jalan yang viral di media sosial.

Aksi berjalan tertib dan mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Di lokasi proyek, massa memperlihatkan langsung kondisi pengaspalan yang dilakukan tanpa pembangunan parit dan TPT, sehingga air mengalir ke badan jalan.

“Ini bukti nyata bahwa pekerjaan proyek ini asal-asalan,” ujar Yason Gea. (SG)

Share :

Baca Juga

Cirebon

Urai Kendala Medan Curam, Perbaikan Jembatan Lebakngok Terus Dikebut

Banten

Aktivis KITA-PD Laporkan Dugaan Korupsi Pengadaan Ban Bus Rapid Transit (BRT) ke Kejaksaan Negeri Tangerang

Cirebon

Wakil Wali Kota Ajak Pelaku Usaha Farmasi Kedepankan Keselamatan Pasien

Cirebon

Momentum Pisah Sambut Kajari, Pemkot Cirebon Dorong Sinergi dan Stabilitas Daerah

Daerah

Penerbitan NIB untuk Pelaku UMKM Kelurahan Pasar Lokasi Pusat Jajanan Malam (PJM) Kota Gunungsitoli

Banten

Ahmad Zaki Iskandar Eks Bupati Tangerang, Tegaskan Pagar Bambu Pesisir Sudah Ada Sebelum Proyek PIK 2

Nias

Kanit PPA Polres Nisel plin plan Dalam Menjelaskan Tindak Lanjut Laporan, “Nusiami Buulolo” Bulum ada Kepastian Hukum,

Daerah

Keterangan Kedua Saksi Korban Di Persidang Prapid Di PN Gunungsitoli, Diragukan Karena Adanya Hubungan Darah.!!