IDN Hari Ini, Banjarnegara- Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) menggelar pelatihan kecerdasan artifisial (AI) bagi para guru SMP Negeri se-Kabupaten Banjarnegara.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program AI Goes To School (AIGTS) yang diarahkan untuk meningkatkan pemahaman pendidik dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan artifisial dalam proses pembelajaran.
Pelatihan AI versi 2 secara offline tersebut dipimpin oleh Sholiyah dari DPW MAFINDO Kabupaten Wonosobo. Kegiatan yang dilaksanakan di Banjarnegara ini juga diharapkan dapat menjadi bagian dari pengembangan program serupa di wilayah kabupaten tetangga.
Program AIGTS menempatkan guru sebagai salah satu sasaran utama pelatihan. Para peserta mendapatkan pengenalan dan pembekalan mengenai pemanfaatan kecerdasan artifisial yang dapat diterapkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar sehari-hari.
Salah seorang peserta, Siti dari SMPN 1 Banjarnegara (Snsabara), menyampaikan rasa syukur setelah mengikuti kegiatan tersebut.
Menurutnya, pelatihan memberikan pengetahuan baru yang diharapkan dapat dikembangkan dalam kegiatan pendidikan ke depan.
“Alhamdulillah mendapatkan ilmu baru. Semoga ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat dan menjadi bekal untuk ke depannya,” ujar Siti.
Dalam kegiatan tersebut, Yusuf Agung Prabowo, SH., M.Si., Kadindikpora, turut hadir mewakili Wakil Bupati Banjarnegara.
Kehadiran pemerintah daerah menunjukkan adanya perhatian terhadap pengembangan kompetensi guru dalam menghadapi perkembangan teknologi pendidikan.
Yusuf berharap program pendidikan dan pelatihan kecerdasan artifisial bagi guru dapat memberikan semangat baru bagi para pendidik dalam menjalankan tugasnya mencerdaskan anak bangsa.
Program AI Goes To School (AIGTS) sendiri dirancang untuk membantu guru memahami sekaligus mengintegrasikan kecerdasan artifisial ke dalam pembelajaran.
Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih inovatif dan relevan dengan perkembangan zaman.
Dalam pelaksanaannya, program tersebut didukung oleh sejumlah mitra strategis, di antaranya Google.org, AVPN, dan Asian Development Bank (ADB), serta melibatkan kolaborasi antara pemerintah daerah dan komunitas lokal.
Pelatihan di Banjarnegara menjadi salah satu bentuk upaya memperluas pemahaman tenaga pendidik mengenai teknologi AI.
Dengan meningkatnya kompetensi guru, pemanfaatan AI di lingkungan pendidikan diharapkan tidak sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga diarahkan untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif dan kreatif.
Melalui program tersebut, MAFINDO mendorong para guru untuk mengenal teknologi AI secara lebih dekat sekaligus memahami penggunaannya secara tepat dalam dunia pendidikan. (Sugito)










