Home / Regional

Kamis, 12 Agustus 2021 - 06:34 WIB

Belum Ada Jaminan  COVID-19 Bisa Tuntas Walau Penggunaan Masker Tanpa Batas Waktu

Jakarta, Indonesia Hari Ini.com – Lebih dari satu tahun setengah Indonesia disibukkan oleh penanganan COVID-19 dan wajib menggunakan masker dalam kehidupan sehari-hari.

Setidaknya, menurut Komunikolog Indonesia, Emrus Sihombing, ada dua makna di balik wacana kemungkinan hidup bertahun-tahun yang relatif tanpa batas waktu dengan masker. 

Pertama, berakhirnya periode pemerintahan yang berkuasa baik yang sekarang maupun yang akan datang, tidak menjamin bahwa kasus COVID-19 bisa tertangani dengan tuntas.

“Karena itu, muncul pertanyaan kritis, apakah wacana tersebut mampu menumbuhkan optimisme atau malah sebaliknya dari publik terhadap penanganan COVID-19 oleh para penanggungjawab yang ditugaskan oleh Presiden,” ujar Emrus dalam keterangannya, Kamis, 12 Agustus.

Baca Juga  Korban Tanah Longsor, 2 Anak Meninggal

Emrus menilai, pilihan diksi menjadi penting dalam seluruh rangkaian narasi dari seorang pejabat publik atau komunikator komunikasi publik. Sebab, menurutnya, kata atau diksi itu punya power membentuk persepsi dan makna di peta kognisi setiap khalayak membentuk perilaku individu dan kolektif.

Kedua, implementasi strategi Komunikasi menjadi solusi tak terbantahkan menangani COVID-19.

“Hal ini sudah berkali-kali saya sampaikan di ruang publik, karena menyangkut kesadaran segala hal tentang masker, sikap dan rasa nyaman terhadap penggunaan masker serta perilaku masyarakat  mengenakan masker itu sendiri,” katanya.

Diketahui, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus memprediksi, dengan laju penularan seperti sekarang, akan ada tambahan 100 juta kasus baru COVID-19 lagi di awal tahun 2022. Artinya dunia kemungkinan akan segera menuju total 300 juta kasus COVID-19.

Baca Juga  Ferdinan: Fadli  Makin Gemblung Pernyataannya

“Dengan laju saat ini, kita bisa melewati 300 juta kasus pada awal tahun depan,” ungkap Tedros seperti dikutip dari The Washington Post, Kamis, 12 Agustus.

Sementara sebelumnya, Kasubbid Tracing, Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan COVID-19, Kusmedi Priharto pun mengatakan bahwa tidak ada yang bisa memprediksi sampai kapan pandemi Corona ini akan berlangsung.

“Jadi, kita tahu bahwa kita sudah satu setengah tahun ya mengalami masalah COVID-19 ini. Dan sampai hari ini tidak ada satu orang pun yang bisa memprediksi sampai berapa lama COVID-19 ini akan berada. Dan bagaimana nanti kita dapat mengatasi masalah ini,” ungkap dalam dialog secara virtual dari kanal resmi BNPB, Kamis, 29 Juli.

Baca Juga  Aparat TNI Bentrok dengan Warga, Dandim Alami Luka

Bahkan, kata Kusmedi, beberapa negara yang telah membuka lockdown pun akhirnya kembali melaksanakan kebijakan lockdown. “Beberapa negara yang sudah tadinya melepas lockdown akhirnya kembali lagi pada lockdown, kembali lagi pada lockdown,” katanya.

Oleh karena itu, Kusmedi mengatakan, kini sewajarnya mempersiapkan diri untuk berdampingan dengan dengan COVID-19. “Sudah sewajarnya lah kita mempersiapkan diri kita untuk hidup berdampingan dengan COVID-19,” tuturnya.( IDN )

Share :

Baca Juga

Regional

Tidak ada Jaminan JK Dukung Anies Baswedan Pilpres 2024

Regional

DKI  Sediakan 16 Lokasi Penyuntikan Vaksin Pfizer

Regional

Andil PT Freeport Indonesia Terhadap PON Papua?

Regional

Aparat TNI Bentrok dengan Warga, Dandim Alami Luka

Health

Emrus Sihombing: Pemadaman PJU Saat PPKM Darurat Harus Didukung Penuh

Regional

Korban Tanah Longsor, 2 Anak Meninggal

Regional

Uji Materi UU Pers di MK Segera Disidangkan

Regional

BMKG: Hati – Hati Pacitan Berpotensi Tsunami 28 Meter dan Gempa Besar

Contact Us