Home / Regional

Kamis, 12 Agustus 2021 - 06:34 WIB

Belum Ada Jaminan  COVID-19 Bisa Tuntas Walau Penggunaan Masker Tanpa Batas Waktu

Jakarta, Indonesia Hari Ini.com – Lebih dari satu tahun setengah Indonesia disibukkan oleh penanganan COVID-19 dan wajib menggunakan masker dalam kehidupan sehari-hari.

Setidaknya, menurut Komunikolog Indonesia, Emrus Sihombing, ada dua makna di balik wacana kemungkinan hidup bertahun-tahun yang relatif tanpa batas waktu dengan masker. 

Pertama, berakhirnya periode pemerintahan yang berkuasa baik yang sekarang maupun yang akan datang, tidak menjamin bahwa kasus COVID-19 bisa tertangani dengan tuntas.

“Karena itu, muncul pertanyaan kritis, apakah wacana tersebut mampu menumbuhkan optimisme atau malah sebaliknya dari publik terhadap penanganan COVID-19 oleh para penanggungjawab yang ditugaskan oleh Presiden,” ujar Emrus dalam keterangannya, Kamis, 12 Agustus.

Baca Juga  Bupati Humbahas Hadir Dalam Penutupan Pelatihan Pembelajaran Matematika Gasing Tingkat SD Dan SMP Tahun 2023.

Emrus menilai, pilihan diksi menjadi penting dalam seluruh rangkaian narasi dari seorang pejabat publik atau komunikator komunikasi publik. Sebab, menurutnya, kata atau diksi itu punya power membentuk persepsi dan makna di peta kognisi setiap khalayak membentuk perilaku individu dan kolektif.

Kedua, implementasi strategi Komunikasi menjadi solusi tak terbantahkan menangani COVID-19.

“Hal ini sudah berkali-kali saya sampaikan di ruang publik, karena menyangkut kesadaran segala hal tentang masker, sikap dan rasa nyaman terhadap penggunaan masker serta perilaku masyarakat  mengenakan masker itu sendiri,” katanya.

Diketahui, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus memprediksi, dengan laju penularan seperti sekarang, akan ada tambahan 100 juta kasus baru COVID-19 lagi di awal tahun 2022. Artinya dunia kemungkinan akan segera menuju total 300 juta kasus COVID-19.

Baca Juga  DKI  Sediakan 16 Lokasi Penyuntikan Vaksin Pfizer

“Dengan laju saat ini, kita bisa melewati 300 juta kasus pada awal tahun depan,” ungkap Tedros seperti dikutip dari The Washington Post, Kamis, 12 Agustus.

Sementara sebelumnya, Kasubbid Tracing, Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan COVID-19, Kusmedi Priharto pun mengatakan bahwa tidak ada yang bisa memprediksi sampai kapan pandemi Corona ini akan berlangsung.

“Jadi, kita tahu bahwa kita sudah satu setengah tahun ya mengalami masalah COVID-19 ini. Dan sampai hari ini tidak ada satu orang pun yang bisa memprediksi sampai berapa lama COVID-19 ini akan berada. Dan bagaimana nanti kita dapat mengatasi masalah ini,” ungkap dalam dialog secara virtual dari kanal resmi BNPB, Kamis, 29 Juli.

Baca Juga  Kunker Ketua TP PKK Provsu Ke Desa Bonanionan, Terpilih Menjadi Salah Satu Desa Percontohan Di Humbahas

Bahkan, kata Kusmedi, beberapa negara yang telah membuka lockdown pun akhirnya kembali melaksanakan kebijakan lockdown. “Beberapa negara yang sudah tadinya melepas lockdown akhirnya kembali lagi pada lockdown, kembali lagi pada lockdown,” katanya.

Oleh karena itu, Kusmedi mengatakan, kini sewajarnya mempersiapkan diri untuk berdampingan dengan dengan COVID-19. “Sudah sewajarnya lah kita mempersiapkan diri kita untuk hidup berdampingan dengan COVID-19,” tuturnya.( IDN )

Share :

Baca Juga

Daerah

Pemkab Humbahas Resmi Membuka, Pelatihan Pembelajaran Matematika Gasing SD Dan Tingkat SMP

Daerah

Bupati Samosir Adakan Senam Bersama Dalam Rangka Kegiatan HUT Bhayangkara Ke 77

Daerah

Hari Terakhir Pelaksanaan Musrenbang RKPD 2025, Digelar di Kecamatan Simanindo, Harian, Nainggolan dan Sianjur Mulamula

Budaya

Polresta Cirebon Raih Penghargaan Pemenang Lomba TPPO Dari Kapolri

Cirebon

Kapolresta Cirebon Hadiri Gebyar Dikmas dan PAUD Tahun 2024

Daerah

Laporan Pertanggung Jawaban APBD T.A.2022 Di Terima DPRD Humbahas Serta 4 Ranperda Kab Humbahas Tahun 2023

Regional

Korban Tanah Longsor, 2 Anak Meninggal

Daerah

Forum Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting Di Buka Wakil Bupati Samosir

Contact Us