Home / Ragam

Minggu, 18 Juli 2021 - 20:47 WIB

Dr. Emrus: Solusi dan Langkah Antisipatif Atasi Corona

Jakarta, IDN Hari Ini.com –  Tampaknya pemerintah pusat lebih memilih memperpanjang PPKM (Perberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) darurat dalam rangka negeri ini berupaya keras menekan lonjakan dan penyebaran Covid-19 dengan segala variannya.

Bahkan LBP sebagai koordinator PPKM Jawa-Bali, tidak biasanya meminta maaf dari lubuk hati yang paling dalam kepada seluruh rakyat Indonesia jika penanganan belum optimal. Ke depan, dia berjanji bekerja keras supaya penyebaran varian Delta ini dapat diturunkan.

Hal ini disampaikan oleh ahli Komunikolog Indonesia, Dr. Emrus Sihombing melalui keterangan persnya di Jakarta pada Minggu (18/7/2021).

Baca Juga  Covid-19 Sudah Hampir Dua Tahun, Nakes Harus Tetap Jaga Kualitas

“Tentu kita semua prihatin melonjaknya kasus virus Corona di tanah air. Belum ada tanda-tanda terkendali. Situasi saat, menurut hemat saya, berpotensi memasuki krisis kesehatan, dengan indikator kemungkinan terjadi keterbatasan ketersediaan obat-obatan, pelayanan kesehatan, kuranganya tenaga kesehatan (Nakes), dan sebagainya.

Sekalipun boleh jadi gedung-gedung “ngangguur” akan “disulap” menjadi rumah dakit (RS) darurat, misalnya, namun kebutuhan minimal pelayanan kesehatan harus tetap terpenuhi. Ini harus menjadi pemikiran dan tindakan serius oleh kita semua. Sekali lagi, oleh kita semua.

Jika pelayanan kesehatan kemungkinan bermasalah ke depan, maka kepercayaan publik terhadap Kementerian Kesehatan, utamanya kepada menterinya, dipastikan semakin menurun sebagai konsekuensi kekecewaan masyarakat terhadap penanganan kesehatan oleh Kementerian Kesehatan”, kata Dr. Emrus.

Baca Juga  Sabam Sirait Mengajarkan Berpolitik dengan Suara Hati

Untuk itu, lanjut dia, “Saya menyarankan tiga hal. Dua yang pertama sebagai solusi. Satu yang terakhir, sebagai langkah antisipatif.

Sebagai solusi. Pertama, agar disegerakan membuat strategi komunikasi menumbuhkan kesadaran, membentuk sikap dan melakukan perubahan perilaku taat Prokes secara ketat sebagai senjata pamungkas bertempur di hulu mendahului tindakan tracing, testing, dan treatment (3T).

Kedua, saya menyarankan kepada Presiden agar menteri kesehatan (Menkes) segera direposisi, menjadi Wamen BUMN saja. Dia lebih pas di jabatan Wamen daripada Menkes karena latar belakang disiplin ilmunya dan belum ada tanda-tanda penanganan Covid-19 akan terkendali.

Baca Juga  Megawati & Jokowi Hadiri Ritual  Sudhi Sukmawati Pindah Agama

Sedangkan sebagai langkah antisipatif, penganangan Covid-19 dengan segala dampak turunannya, sebaiknya pemerintah pusat membentuk sentral pengelolaan krisis (crisis management centre) Covid-19.

Lembaga ini bekerja atas sejumlah phase (tahapan). Phase terakhiri, pemulihan kondisi psikologi dan ekonomi masyarakat terdampak. Setiap phase diperlukan peran sentral seorang manager komunikasi (communication manager) dari seorang komunikolog handal dan profesional”, tutup ahli Komunikolog Indonesia.  ( IDN )

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Realitas Kolonialisme Modern di Papua

Ragam

KBKK HADIR DI PERGOLAKAN DI TIMUR LESTE 1999, MEMBANTU PARA KORBAN

Ragam

Bantu Korban Semeru Keluarga Besar Karawaci Eksis Galang Donasi

Ragam

KISAH NYATA  SEORANG PENJUAL ROTI, DIBANTU SEORANG GURU DI REPUBLIK SUDAN.

Ragam

500 Santri Yatim & Dhuafa Ponpes Al Qur’an Terpadu Ruhul Jadid Dapat Santunan

Ragam

Megawati & Jokowi Hadiri Ritual  Sudhi Sukmawati Pindah Agama

Ragam

Komunitas Aplikator Epoxy Indonesia Gelar Santunan Anak Yatim

Ragam

Sabam Sirait Mengajarkan Berpolitik dengan Suara Hati

Contact Us