Home / Internasional

Selasa, 7 September 2021 - 07:23 WIB

 Hubungan Australia dengan China Memburuk

IDN Hari Ini – Australia harus mendiversifikasi ekonominya agar tidak terlalu bergantung pada China yang merupakan mitra dagang terbesarnya, kata Menteri Keuangan Australia Josh Frydenberg pada Senin.

Pernyataan tersebut disampaikan Frydenberg saat ia memperingatkan kalangan bisnis Australia untuk bersiap menghadapi ketegangan baru dengan Beijing. Hubungan Australia dengan China memburuk setelah melarang Huawei untuk beroperasi pada jaringan broadband 5G di negara itu pada 2018.

Baca Juga  Moskow Hajar Taliban Siapkan 30 Thank   Modern di Perbatasan Tajikistan

Selanjutnya hubungan kedua negara semakin dingin setelah Canberra menyerukan penyelidikan independen terhadap asal-usul COVID-19, yang kasusnya pertama kali dilaporkan di China pada 2019.

Beijing menanggapi seruan Canberra itu dengan mengenakan tarif terhadap sejumlah komoditas Australia, termasuk jelai, minuman anggur, dan buah anggur. “Bukan rahasia lagi bahwa China baru-baru ini berusaha menargetkan ekonomi Australia,” kata Frydenberg dalam pidatonya di Canberra.

 “Persaingan strategis yang meningkat adalah kenyataan baru yang harus kita hadapi, sekarang dan kemungkinan di masa depan,” ujarnya. Frydenberg mengatakan bisnis-bisnis Australia harus melihat pasar-pasar baru, yang telah dibuka sebagai hasil dari pembuatan perjanjian perdagangan bebas dalam beberapa waktu belakangan ini.

Ekonomi Australia senilai 2 triliun dolar Australia (sekitar Rp21,14 kuadriliun) berisiko memasuki resesi kedua dalam beberapa tahun karena negara-negara bagian terbesar di Australia berada dalam penguncian (lockdown) COVID-19 yang berkepanjangan. Baca Juga: Duta Besar Jerman Tewas di China, Penyebabnya Masih Misterius Namun, terlepas dari ketegangan diplomatik, nilai ekspor Australia ke China mencapai rekor 19,4 miliar dolar Australia (sekitar Rp205 triliun) dalam 12 bulan hingga 31 Juli, atau naik 72 persen dari periode 12 bulan sebelumnya. Kenaikan nilai ekspor Australia itu disebabkan adanya permintaan bijih besi yang kuat dari China. ( IDN )

Share :

Baca Juga

Internasional

Presiden Jokowi Singgung Krisis Politik di Myanmar Ketika Menghadiri KTT ASEAN ke-39 Secara Virtual

Internasional

Ambisi Putin Hidupkan Uni Soviet

Internasional

  Korban Meningkat, AS Dinilai Gagal Tangani Covid-19

Internasional

Rinat Akhmetov : Rusia Negara Agresor dan Putin  Penjahat Perang.

Banten

Heboh..!!! Armada Angkutan Sampah Membuang Sampah Secara Ilegal, Direksi PT. Angkasa Pura II Siap Dilaporkan

Internasional

Media China Heboh  Respon Menko Marves LBP Umumkan  Kesiapan Bali Terima Kedatangan Turis Asing.

Internasional

Teror Bom di Afganistan 60 Tewas

Internasional

Indonesia tak Hiraukan Gugatan WTO

Contact Us