Home / Health / Internasional

Rabu, 28 Juli 2021 - 07:42 WIB

 Ini Ramalan Terbaru WHO Corona Berakhir?

Jakarta, Indonesia Hari Ini.com – Kehidupan di beberapa negara mulai tampak kembali normal setelah munculnya pandemi virus corona (Covid-19) pada Desember 2019. Dunia perlahan mulai pulih, tapi apakah pandemi corona akan benar-benar berakhir dalam waktu dekat?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melihat pandemi belum akan berakhir, setidaknya hingga pertengahan 2022 mendatang. Proyeksi ini dipicu oleh rendahnya angka vaksinasi di seluruh dunia.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengumumkan tujuan global untuk memvaksinasi setidaknya 10% dari populasi setiap negara pada September 2021. Ia berharap mencapai 40% pada akhir tahun dan kemudian 70% pada pertengahan tahun depan.

Baca Juga   Hubungan Australia dengan China Memburuk

“Ini adalah tonggak penting yang harus kita capai bersama untuk mengakhiri pandemi,” kata Tedros dikutip dari Newsweek, Selasa (27/7/2021).

“(Pandemi) akan berakhir ketika dunia memilih untuk mengakhirinya, karena solusinya ada di tangan kita.”

Ia juga mengatakan WHO kecewa dengan kegagalan negara-negara kaya untuk membantu memvaksinasi negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Ia menyebut hal ini yang mencegah pandemi berakhir.

Dia menyebut ketidakadilan vaksin sebagai “kegagalan moral” dan “mengalahkan diri sendiri secara epidemiologis dan ekonomis”. Pakar kesehatan telah menunjukkan bahwa tingkat vaksinasi yang rendah di wilayah tertentu di dunia memungkinkan virus menyebar dan meningkatkan kemungkinan pembentukan mutasi baru.

Baca Juga  Tiga desa di Namlea kabupaten buru mendapat rekomendasi pemungutan suara ulang (PSU)

Menurut Tedros, mencapai target vaksinasi 70% dari populasi setiap negara membutuhkan 11 miliar dosis vaksin. Untuk mengisi kesenjangan segera dalam pasokan vaksin, ia mengatakan negara-negara kaya perlu mulai berbagi dosis daripada menimbun.

Namun, itu hanya solusi jangka pendek. Tedros mengatakan dunia perlu “secara dramatis” meningkatkan jumlah vaksin yang sedang diproduksi untuk membantu negara-negara berpenghasilan rendah.

“Ada banyak penyakit yang membuat kami kekurangan vaksin, tes yang baik, dan perawatan yang efektif. Tidak demikian untuk Covid-19. Kami memiliki semua alat yang kami butuhkan,” paparnya.

“Itu berarti mengakhiri pandemi pada dasarnya bukanlah ujian penemuan ilmiah, kekuatan finansial, atau kecakapan industri; ini adalah ujian karakter.”

Baca Juga  Simak Daftar 100 Titik Penyekatan PPKM Darurat yang Baru

Sejauh ini lebih dari 2 miliar orang telah divaksinasi, terhitung sekitar seperempat dari populasi global. Namun jumlah ini jauh di bawah 70% yang dibutuhkan untuk berpotensi mencapai kekebalan kelompok (herd immunity) karena sebagian besar dari vaksinasi tersebut hanya di beberapa negara.

Dari data Worldometers, per Selasa ini ada 195 juta warga dunia yang telah terinfeksi Covid-19 dengan 4,1 juta kematian. Namun ada 177 juta kasus sembuh.

Ada total 13,9 juta kasus aktif. Sebanyak 85 ribu orang berada dalam situasi serius bahkan kritis.  ( IDN )

Share :

Baca Juga

Banten

“Ketidaksetaraan Pembangunan: Warga RW 008 Selapajang Jaya – Neglasari Kota Tangerang, Terus Berjuang dengan Tantangan dan Keterbatasan”

Health

Emrus Sihombing: Angka Kasus Covid-19 Terus Melambung di Luar Jawa-Bali, Pemerintah Cepat Antisipasi

Health

Atasi Covid-19, Indonesia Miliki 900 Lebih Jejaring Laboratorium

Health

Menkes Indonesia Segera Belajar ‘Hidup Bersama’Pandemi Covid- 19

Internasional

With a Rise in Economic Cooperation between Indonesia and Israel,

DKI

Kapolri Pantau Command Center Pengamanan KTT Asean

Health

Tanggapan “Kritis” Emrus Sihombing, Terkait Polemik “Bisnis” Test PCR

Health

Covid-19 Mulai Merangkak Lebihi 1.000 Kasus Per Hari, Jokowi Imbau WFH Lagi

Contact Us