Home / Nias

Senin, 12 Juli 2021 - 12:47 WIB

PPK 3.6 Provinsi Sumatera Utara Melalaikan Aturan Perlengkapan Para Pekerja di pembangunan Jembatan Eho Kec.Maniamolo

Nias Selatan, suararepublik.news Pembangunan jembatan idane eho kecamatan maniamolo kabupaten Nias Selatan, yang telah longsor  akibat banjir yang terjadi tahun 2020 yang lalu, pemerintah pusat melalui kementerian PUPR direktorat jendral bina marga langsung sigap dan tanggap membangun jembatan darurat.

“sehingga roda perekonomian dari arah Nias tengah menuju pusat kota Nias Selatan yaitu teluk dalam dapat berjalan dengan lancar, sehingga target penyelesaian tepat waktu yang telah di tentukan jembatan darurat eho tersebut dapat terlaksana dibawah kepemimpinan PPK 3.6 saat itu pak Nasution,”./10/7/2021

Namun perhatian pemerintah pusat dalam hal ini kementrian PUPR direkturat jenderal bina marga, tak mau terhenti sampai disitu sehingga menganggarkan kembali anggaran pembagunan jembatan permanen, yang bersumber dari APBN murni tahun 2021 dengan pagu dana Rp 13.703.103.000,untuk menunjang dari jalannya perekonomian masyarakat dapat berjalan dengan lancar.

Baca Juga  Masyarakat Iraonolase, Kecewa Kepada Kejari Gunungsitoli,  Ingin Audensi, Namun Gagal, Humas Kejari Sudah Tidak Berada Di Tempat.

Namun pihak PPK 3.6 provinsi Sumatra utara satker pelaksanaan jalan Nasional wilayah lll, tak menghiraukan aturan dalam pekerjaan tersebut seperti tertuang dalam UUD ketenaga kerjaan tahun 2003, dimana disana setiap pekerja berhak mendapat keselamatan dan kesehatan kerja, dan UU nomor 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja.

Dalam pekerjaan yang terkategori pembangunan jembatan yang bersifat rawan maka hal hal yang diperhatikan oleh pihak konsultan dan pengawas untuk keselamatan pekerjanya adalah sebagai berikut;

Baca Juga  Firman Hutahuruk PPK 3,5 Dan Oknum ASN AAZ Kota Gunungsitoli, Takberkutik Saat Kunjungan Tim Auditor B2PJN Sumatera Utara.

* Tanda atau rambu lalu lintas

* Kerucut lalu lintas

* Sepatu bot tinggi dan tahan air

* Rompi dan topi pengaman

* Rompi apung

* Tali pengikat

* Pisau saku

* Pelampung dan batu duga

* Seperangkat alat p3k.

Dari poin aitem yang tertuang tersebut diatas maka pihak PPK 3.6 provinsi Sumatra Utara dan pihak konsultan serta PT.rajasa karya sebagai penanggung jawab dalam pembangunan jembatan idane eho tersebut melalaikan poin yang ke 4,dimana pekerjanya tak pakai rompi,topi,dan sepatu saat melakukan pekerjaan,dimana beberapa awak media saat kelapangan pekerjaan yang dilakukan adalah pekerjaan yang bisa ancam nyawa para pekerja.

Baca Juga  Aliansi Mahasiswa Nisel (YPNS) Menolak Permintaan Maaf Kapolres Nias SelatanTerkait Peristiwa Kekerasan Yang dilakukan Polres Nisel

Selanjutnya diwabah covid 19 yang membuat tergoncang dunia dan indonesia khususnya,para pekerja tidak mematuhi aturan protokoler kesehatan dimana awak media menyaksikan bahwa satupun tak ada yang terlihat pakai masker.

Kelalaian ini merupakan dugaan

pelanggaran yang sangat melawan

hukum,dan harapan agar kementrian PUPR dan pemerintah provinsi Sumatra Utara agar menindak para pihak PPK 3.6 dan pihak konsultan sebagi pihak yang bertanggung jawab di lapangan atas keselamatan para pekerja.(ed)

Share :

Baca Juga

Nias

Pemda Nias Barat Keluarkan Surat Edaran Larangan PTT Rangkap Tugas ( Double Job)

Nias

Wakil Bupati Nias Barat Memediasi Pembahasan Permasalahan Pembangunan Jalan

Nias

Konspirasi Apa Terjadi Kepala B2PJN dengan PPK 3,5 terkait Proyek di Kep. Nias ?

Nias

Diduga  Rapid Test swab Antigen Covid – 19 Palsu  Beredar Pelabuhan Gunungsitoli

Nias

Masyarakat Iraonolase, Kecewa Kepada Kejari Gunungsitoli,  Ingin Audensi, Namun Gagal, Humas Kejari Sudah Tidak Berada Di Tempat.

Nias

Pangdam dan Kapolda Sumut Dorong Pelaksanaan Vaksin TNI-Polri Nias Barat

Nias

Sidang Perkara Atas Gugatan Terkait Sengketa Tanah Di Desa Afulu Masih Berproses

Nias

Warga Desa Sifalaete Tabaloho Gunungsitoli Tertangkap Kasus Narkoba

Contact Us