Home / Hukum

Sabtu, 23 Oktober 2021 - 07:35 WIB

Skandal Wakil Ketua KPK  Lili Pintauli Semakin  Merbak

Jakarta,IDN Hari Ini – Pengamat komunikasi politik Jamiluddin Ritonga menyoroti laporan Novel Baswedan soal dugaan skandal Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar dan Darno.

Novel menduga Lili Pintauli melakukan pelanggaran etik lantaran berkomunikasi dan bertemu dengan Darno, salah satu kontestan di Pilkada Labuhanbatu Utara tahun 2020.

Dia menduga dalam komunikasi itu ada permintaan dari Darno kepada Lili untuk mempercepat eksekusi penahanan Bupati Labuhanbatu Utara Khairuddin Syah Sitorus yang jadi tersangka di KPK sebelum Pilkada Serentak 2020 digelar.

Baca Juga  Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin Kena OTT KPK.

Jamiluddin menilai permintaan Darno sebagai kontestan Pilkada kepada pimpinan KPK itu tidak lazim.

“Apalagi, kalau permintaan itu dimaksudkan untuk menjatuhkan suara anak bupati dalam pilkada,” kata Jamiluddin , Jumat (22/10)

Dosen Universitas Esa Unggul itu menyatakan praktik seperti itu seharusnya tidak dibenarkan di negara demokrasi. Terlebih lagi menjadikan hukum sebagai alat politik.

“Hukum digunakan untuk mencari keadilan, bukan menghancurkan seseorang,” ucapnya.

Jamiluddin menegaskan kasus bupati Labuhanbatu Utara harus ditangani secara adil, tanpa tekanan dari pihak mana pun.

Baca Juga  Irjen Fakhiri : Pecat 2 Oknum Polisi Pengedar Narkoba

“Dengan cara itu, hukum memang digunakan untuk keadilan. Hal itu yang memang yang diinginkan demokrasi,” tandas Jamiluddin Ritonga.

Sebelumnya, Novel Baswedan mengatakan Lili Pintauli juga terlibat dalam beberapa kasus lain, yaitu perkara Labuhanbatu Utara. Novel saat masih aktif sebagai penyidik KPK terlibat dalam penanganan perkara itu

“Dugaan perbuatan Saudari LPS saat itu ialah berkomunikasi dengan salah satu kontestan Pilkada Serentak 2020 Kabupaten Labuhanbatu Utara, yaitu saudara Darno,” ucap Novel Baswedan dikutip dari surat pengaduannya, Kamis (21/10).

Baca Juga  TERNYATA Klaim Tanah Sepihak Oleh Pemerintah Kota Tangerang, TANAH YANG BERMASALAH.…

Dia menduga dalam komunikasi itu ada permintaan dari Darno kepada Lili untuk mempercepat eksekusi penahanan Bupati Labuhanbatu Utara Khairuddin Syah Sitorus yang jadi tersangka di KPK sebelum Pilkada Serentak 2020 digelar.

“Dengan tujuan menjatuhkan suara dari anak tersangka Bupati Labuhanbatu Utara Khairuddin Syah yang saat itu juga menjadi salah satu kontestan pilkada,” tutur Novel. (IDN )

Share :

Baca Juga

Hukum

Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin Kena OTT KPK.

Hukum

Hak Restitusi 13 Santriwati Korban Pemerkosaan Herry Wirawan Dinilai Tidak Sesuai Aturan

Hukum

HAM Tak Bersuara Ketika 4 Pahlawan Bangsa Tewas Dibunuh

Hukum

Irjen Fakhiri : Pecat 2 Oknum Polisi Pengedar Narkoba

Hukum

Bareskrim Usut Laporan Terhadap Natalius Pigai Menghina  Presiden Jokowi

Hukum

Menko Marves Luhut Somasi Haris Azhar Agar Minta Maaf, Soal Tudingan Main Tambang di Papua

Hukum

Siapa Sosok Bekingan Kuat Ferdy Sambo ?,Luhut Tak Perduli Siapa Dia

Hukum

Kejagung Periksa Istri Alex Nurdin Tersangka kasus Pembelian PDPDE Gas Sumsel.

Contact Us