Home / Internasional

Senin, 25 Oktober 2021 - 06:00 WIB

Turki Nyatakan Tak Butuh Hubungan dengan 10 Negara Termasuk Amerika

ANKARA – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengungkapkan telah memerintahkan Kementerian Luar Negeri untuk menyatakan 10 duta besar dari negara Barat persona non grata (sudah tidak diterima) karena mereka mendesak pembebasan tokoh filantropis Osman Kavala.

“Saya sudah memberikan perintah yang diperlukan kepada menteri luar negeri dan mengatakan yang harus dilakukan adalah:

Kesepuluh duta besar ini semuanya harus dinyatakan persona non grata. Anda akan segera menyelesaikannya,” kata Erdogan saat berpidato, Sabtu (23/10).

Pengusiran terhadap 10 duta besar itu, yang tujuh di antaranya mewakili pemerintahan negara-negara sekutu Turki di Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), akan menjadi keretakan diplomatik paling parah dengan pihak Barat selama 19 tahun Erdogan berkuasa.

Baca Juga  Amrullah Saleh  Gandeng Oposisi Afghanistan, Serang Balik Taliban

Kavala telah empat tahun ditahan di penjara. Ia didakwa mendanai serangkaian protes di seluruh negeri Turki pada 2013, juga dianggap terlibat dalam percobaan kudeta pada 2016.

Kavala membantah dakwaan-dakwaan tersebut dan ia tetap ditahan selama persidangan terhadapnya bergulir. Dalam pernyataan bersama tertanggal 18 Oktober, para duta besar Kanada, Denmark, Prancis, Jerman, Belanda, Norwegia, Swedia, Finlandia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat mengeluarkan desakan agar kasus Kavala segera diselesaikan secara adil dan agar sang tokoh dermawan segera dibebaskan.

Baca Juga  Strategi Militer China  Blokade Pelabuhan dan Bandara Taiwan

Duta-duta besar tersebut kemudian dipanggil oleh Kemlu Turki, yang menyebut pernyataan bersama itu sebagai tindakan tidak bertanggung jawab. “Mereka akan tahu dan mengerti Turki. Begitu mereka tidak tahu dan tidak mengerti Turki, mereka harus pergi,” katanya di depan massa di kota bagian barat laut, Eskisehir.

Pernyataannya itu disambut dengan sorakan orang-orang.

Kedutaan AS, Jerman, dan Prancis maupun Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri AS belum menanggapi permintaan untuk berkomentar. Erdogan sebelumnya mengatakan bahwa ia berencana bertemu dengan Presiden AS Joe Biden pada KTT G20 di Roma pekan depan. Kemlu Norwegia, sementara itu, mengatakan bahwa kedutaannya di Ankara belum menerima pemberitahuan dari pihak berwenang Turki soal pengusiran.  

Baca Juga  Serangan Mengerikan Taliban, Jenderal Perang Lembah Singa Jadi Mayat

“Duta besar kami belum melakukan sesuatu yang bisa dikenai pengusiran,” kata kepala komunikasi Kemlu Norwegia, Trude Maaseide, kepada Reuters melalui surel. Kavala tahun lalu dibebaskan dari dakwaan terlibat dalam rangkaian aksi protes pada 2014. Namun, putusan itu dibatalkan tahun ini. Dakwaan terhadapnya kemudian bahkan ditambah dengan kasus terkait percobaan kudeta. (ant IDN )

Share :

Baca Juga

Internasional

Rinat Akhmetov : Rusia Negara Agresor dan Putin  Penjahat Perang.

Internasional

Prancis Sergap Kapal Kargo Rusia

Internasional

Rusia Makin Brutal Gempur Ukraina Timur, 10 Warga Sipil Tewas

Internasional

Konferensi (KTT) ASEAN Prioritas Promoting Competitiveness, Resilienceand Agility of Workers for the Future of Wor

Internasional

Teror Bom di Afganistan 60 Tewas

Internasional

  Korban Meningkat, AS Dinilai Gagal Tangani Covid-19

Internasional

Rezim Putin Akan Berahir Serang Ukraina

Internasional

Ambisi Putin Hidupkan Uni Soviet

Contact Us