Home / Daerah / Health / Indramayu / Infografis / Jabar / Metropolitan / Nasional / Regional

Senin, 27 Juli 2026 - 15:25 WIB

Jadi Paru-Paru Dunia, Satu Pohon Mangrove Mampu Menyuplai Oksigen untuk Tiga Manusia

IDN Hari Ini, Indramayu – Mangrove menjadi salah satu ekosistem paling penting bagi keberlangsungan kehidupan di bumi. Selain melindungi wilayah pesisir dari abrasi, pohon yang juga dikenal sebagai bakau atau api-api ini memiliki kemampuan luar biasa dalam menghasilkan oksigen dan menyerap karbon dioksida, sehingga dijuluki sebagai “paru-paru dunia”.

Mangrove tumbuh di kawasan pesisir pantai dan muara sungai yang memiliki kadar garam tinggi. Dengan akar tunjang yang kuat dan menancap dalam ke dasar lumpur, mangrove mampu menjadi benteng alami yang menahan gelombang laut, mencegah abrasi, sekaligus menjadi habitat berbagai jenis ikan dan biota laut.

Tak hanya itu, mangrove juga berperan besar dalam menjaga keseimbangan iklim global. Bahkan, satu pohon mangrove diperkirakan mampu menyuplai kebutuhan oksigen bagi tiga orang, sehingga semakin banyak mangrove yang ditanam, semakin besar manfaat yang dirasakan manusia.

Ironisnya, manusia sangat membutuhkan mangrove, sementara mangrove tidak membutuhkan manusia untuk tetap menjalankan fungsinya di alam. Karena itu, menjaga kelestarian mangrove menjadi tanggung jawab bersama demi keberlangsungan generasi mendatang.

Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia yang jatuh pada 26 Juli 2026, Pemerintah Kabupaten Indramayu menggelar kegiatan bertema “Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang” di Pantai Eretan, Kecamatan Kandanghaur.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu, Dedi Agus Permadi, menegaskan bahwa kerusakan ekosistem mangrove dapat menimbulkan dampak serius bagi kelangsungan hidup manusia dan lingkungan.

“Kerusakan mangrove bukan hanya mengancam wilayah pesisir dari abrasi, tetapi juga mengurangi kemampuan alam dalam menyerap karbon dan menghasilkan oksigen. Karena itu, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menanam, merawat, dan menjaga kelestarian mangrove,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Asosiasi Lembaga Peduli Lingkungan (ALPL), Tarika, mengajak masyarakat agar semakin peduli terhadap lingkungan.

Menurutnya, pelestarian mangrove tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, komunitas, dunia usaha, hingga generasi muda.

“Kami siap berkolaborasi dengan siapa pun untuk menjaga dan merawat bumi. Mangrove adalah warisan alam yang harus kita jaga demi masa depan anak cucu kita,” katanya.

Peringatan Hari Mangrove Sedunia di Pantai Eretan diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem pesisir. Dengan menanam dan merawat mangrove, masyarakat tidak hanya melindungi garis pantai, tetapi juga berkontribusi dalam upaya mengurangi dampak perubahan iklim dan menjaga ketersediaan oksigen bagi kehidupan di bumi. (Saudi)

Share :

Baca Juga

Cirebon

Ratusan Warga Padati Bazar Murah Ramadan Polresta Cirebon

Daerah

Aspirasi Anggota DPRD PPP Wonosobo Ma’arif Tepati Janji, Jalan Dusun Pengempon Mulai Diaspal

Daerah

SMPN 1 Kaliwiro Gelar Peringatan Hari Anak Nasional 2025 Meriah dan Edukatif

Banten

Sederhana Bermakna, Pelepasan Kelas VI dan Kenaikan Kelas di SDN Sindang Panon ll Tahun Ajaran 2025

Kriminal

Kapolri: Agus Sujatno Pelaku Bom Bunuh Diri di Astana Anyar Terafiliasi JAD

Daerah

Gubernur Sumut Bobby Nasution Resmikan dan Lepas Pelayaran Perdana KMP Jatra II di Gunungsitoli

Daerah

Pemerintah Kota Gunungsitoli Serahkan Hewan Qurban di Masjid Jami Al-Ikhwan Saombo

Banten

Upacara Tradisional Tionghoa Masyarakat China Benteng, Warnai Prosesi Kematian Tan Lay Hoa