IDN Hari Ini, Cilacap- Gerakan Lintas Iman SOBAT (Solidaritas Lintas Iman) kembali menggelar agenda tahunannya. Kali ini, Sarasehan Lintas Iman SOBAT akan berlangsung pada 27–28 Oktober 2026 di Pondok Pesantren Raudlatul Huda, Welahan Wetan, Cilacap, Jawa Tengah.
Mengusung tema “Mencermati Kearifan Lokal Bersama untuk Menghadapi Perubahan Alam (Iklim), Budaya, dan Politik: Merawat Kehidupan Hari Ini dan Masa Depan”, forum ini berupaya mempertemukan pengetahuan lokal dengan tantangan modernitas.
Sejak didirikan pada tahun 2002 oleh Pondok Pesantren Edi Mancoro, Sinode Gereja Kristen Jawa (GKJ), dan Percik Salatiga, SOBAT memang konsisten membangun ruang dialog antaragama.
Isu lingkungan dan perubahan iklim menjadi perhatian serius mereka dalam beberapa tahun terakhir. Tercatat, pada 2023 SOBAT membahas krisis iklim di Tegal, dilanjutkan dengan pengelolaan sampah di Bantul pada 2024, serta dampak iklim di wilayah pesisir Loireng pada 2025.
Alasan Memilih Cilacap dan Komunitas Bonokeling
Pemilihan Cilacap pada tahun ini bukan tanpa alasan. Dokumen acara menyebutkan bahwa Cilacap memiliki kekayaan tradisi dan pengetahuan lokal, salah satunya adalah Komunitas Bonokeling.
Praktik hidup komunitas ini dianggap sebagai pintu masuk penting untuk menggali bagaimana kearifan lokal memaknai hubungan manusia dengan alam, membangun kebersamaan, serta menjaga nilai kehidupan di tengah perubahan zaman.
“Kearifan lokal bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan sumber pengetahuan dan praktik hidup yang dapat terus didialogkan dengan ilmu pengetahuan modern dan kebijakan publik,” tulis panitia dalam kerangka acuan acara.
Soroti Dampak Teknologi Digital dan AI
Menariknya, sarasehan ini tidak hanya membahas isu tradisional. Panitia menyoroti dampak perkembangan teknologi digital dan Kecerdasan Buatan (AI) yang masif. Perkembangan ini dinilai mengubah cara manusia memperoleh pengetahuan hingga menjalankan kehidupan beragama.
Lebih jauh, dokumen tersebut menyoroti dampak ekologis dari teknologi AI. Mengutip laporan Walhi (2026), panitia menyebutkan bahwa data center AI dapat memicu degradasi lingkungan akibat penggunaan energi listrik dan air bersih yang sangat besar.
Hal ini disebut telah memicu penolakan pembangunan pusat data di sejumlah wilayah, termasuk di Amerika Serikat dan Indonesia.
Tiga Perspektif Utama
Untuk memperkaya diskusi, Sarasehan Lintas Iman SOBAT 2026 akan mempertemukan tiga perspektif utama.
Pertama, kearifan lokal Komunitas Bonokeling dalam menghadapi perubahan iklim.
Kedua, perspektif kebijakan publik dari perwakilan DPD/DPRD.
Ketiga, peran agama dalam membangun solidaritas melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
Acara ini secara umum bertujuan membangun ruang refleksi untuk menggali kearifan lokal sebagai sumber tindakan bersama.
Sementara secara khusus, forum ini mendorong pemahaman mengenai keterkaitan perubahan alam, budaya, dan politik; mendiskusikan pengaruh AI terhadap sosial-keagamaan; serta merumuskan gagasan tindak lanjut yang relevan bagi masing-masing simpul komunitas SOBAT.
Melalui pertemuan ini, SOBAT berharap dapat merawat lingkungan, menjaga keberagaman, serta membangun kehidupan yang adil dan berkelanjutan di tengah dinamika perubahan zaman. (Sugito)









