IDN Hari Ini, Wonosobo— Keterlibatan perempuan pekerja migran Indonesia dan keluarganya dalam proses perencanaan pembangunan menjadi perhatian dalam workshop bertajuk Mendorong Keterlibatan Kader DESBUMI dalam MusrenbangDes yang dijadwalkan berlangsung di pada hari ini, Rabu (14/10/2026).
Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman kader Desa Peduli Buruh Migran (DESBUMI) mengenai perencanaan pembangunan yang partisipatif, sekaligus mendorong keterlibatan mereka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) hingga tingkat kabupaten.
Workshop tersebut diselenggarakan oleh Social Analysis and Research Institute (SARI) Solo bersama Pemerintah Kabupaten Wonosobo, bekerja sama dengan Migrant CARE, dengan dukungan Program Inklusi Kemitraan Australia–Indonesia Menuju Masyarakat Inklusif.
Selama ini, proses perencanaan pembangunan melalui Musrenbang menjadi salah satu ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan dan usulan pembangunan.
Karena itu, keterlibatan kelompok rentan, termasuk perempuan pekerja migran Indonesia, keluarga pekerja migran, serta penyandang disabilitas, dinilai penting agar kebijakan pembangunan lebih inklusif dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Melalui workshop ini, para kader DESBUMI diharapkan memahami mekanisme dan tahapan Musrenbang, sekaligus mampu mengidentifikasi kebutuhan masyarakat yang dapat diperjuangkan dalam forum perencanaan pembangunan di tingkat desa hingga kabupaten.
Berdasarkan kerangka acuan kegiatan, program Inklusi telah dilaksanakan pada 16 kelompok DESBUMI yang tersebar di lima kecamatan di Kabupaten Wonosobo, yakni Sukoharjo, Leksono, Watumalang, dan Kertek—dengan rincian desa yang tercantum dalam dokumen kegiatan.
Keberadaan kelompok-kelompok tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan perempuan pekerja migran Indonesia dan keluarganya agar memiliki ruang partisipasi yang lebih besar dalam kehidupan sosial serta proses pembangunan.
Workshop ini dijadwalkan berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 16.00 WIB dengan melibatkan perwakilan kelompok DESBUMI.
Dokumen kegiatan mencatat sebanyak 25 orang sebagai peserta, dengan komposisi yang mencakup perwakilan kelompok, fasilitator, dan tim SARI Solo.
Materi yang direncanakan meliputi pemahaman perencanaan pembangunan partisipatif, mekanisme dan alur Musrenbangdes hingga Musrenbang kabupaten, serta strategi meningkatkan keterlibatan kader DESBUMI (Sugito)










