IDN Hari Ini, Tangerang – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Huda Annidzom berlangsung khidmat dan meriah. Kegiatan tersebut dihadiri para Habib, ulama, pimpinan pondok pesantren, majelis taklim, masyarakat, serta ribuan jamaah dari berbagai wilayah.
Momentum peringatan Maulid Nabi ini menjadi ajang mempererat silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah. Interaksi masyarakat dalam satu majelis diharapkan mampu memperkokoh solidaritas sosial sekaligus menghilangkan sekat-sekat yang berpotensi melemahkan persaudaraan umat.
Sejumlah nilai keagamaan menjadi pesan utama dalam kegiatan tersebut, antara lain menjalankan sunah dan risalah Rasulullah SAW, memperluas syiar serta ajaran Islam, menanamkan kecintaan kepada Rasulullah sejak usia dini, serta menjadikan akhlak Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, Maulid Nabi tidak hanya dipahami sebagai momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi sarana pendidikan spiritual dan pembentukan karakter umat.
Di sela kegiatan, Ketua rombongan Jemaah Majelis Taklim Miftahul Ilmi Pinggir Rawa Nerogtog, Nurdin yang akrab disapa Midun, mengatakan kehadiran mereka bukan sekadar untuk mengikuti rangkaian acara keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Menurut Nurdin, semarak peringatan Maulid Nabi di Ponpes Miftahul Huda Annidzom terlihat dari banyaknya jamaah yang hadir. Tidak hanya masyarakat sekitar, kegiatan tersebut juga diikuti puluhan pondok pesantren dan majelis taklim dari berbagai wilayah.
“Acara ini dihadiri oleh puluhan pondok pesantren dan majelis taklim dari berbagai daerah. Kami datang bersama jamaah Miftahul Ilmi untuk bersilaturahmi sekaligus mengikuti majelis dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW,” ujar Nurdin.
Ia menambahkan, peringatan Maulid Nabi bukan sekadar mengenang sebuah peristiwa sejarah, melainkan bagaimana risalah dan akhlak Rasulullah SAW dapat terus diaktualisasikan dalam kehidupan masyarakat di tengah perkembangan zaman.
“Mencintai Rasulullah bukan hanya dengan memperingati kelahirannya, tetapi dengan mengikuti akhlak, sunah dan risalahnya dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.
Sementara itu, Pengasuh Ponpes Miftahul Huda Annidzom, KH. Aminuddin Qhutbi, menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi idealnya dapat menghasilkan penguatan spiritual sekaligus perubahan perilaku dalam kehidupan masyarakat.
“Kami berharap di Maulid Nabi 2026 ini dapat menyatukan ukhuwah Islamiyah yang dibalut dengan keimanan dan ketakwaan serta meneladani Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari,” kata KH. Aminuddin.
Ia berharap peringatan Maulid Nabi tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi momentum untuk memperkokoh komitmen umat terhadap ajaran Islam sekaligus menanamkan kecintaan kepada Rasulullah SAW kepada seluruh umat Muslim.
“Semoga peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW ini dapat dijadikan pegangan yang teguh terhadap agama yang agung dan sosok Nabi yang mulia, agar kehidupan kita senantiasa mendapatkan tuntunan dan terhindar dari fitnah-fitnah akhir zaman,” pungkasnya.
Peringatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi seluruh jamaah dan masyarakat, khususnya dalam memperkuat persaudaraan, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta mengimplementasikan akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat.(T-Red)










