IDN Hari Ini, Indramayu – Setelah melaksanakan pemeriksaan terperinci selama 35 hari terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2024, Tim Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Jawa Barat resmi mengakhiri rangkaian auditnya di Kabupaten Indramayu.
Prosesi perpisahan berlangsung di ruang kerja Wakil Bupati Indramayu Syaefudin, Rabu (14/5/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Wakil Bupati Indramayu Syaefudin didampingi oleh Inspektur Ari Risdianto dan Plt. Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Ahmad Syadali.
Ketua Tim Pemeriksa BPK RI Perwakilan Jabar, R.M. Haswar Gusrian, menyampaikan apresiasi atas kerja sama jajaran Pemerintah Kabupaten Indramayu yang dinilai sangat kooperatif dan mendukung kelancaran proses audit.
“Selama 35 hari kami melakukan pemeriksaan pada 21 objek, dan seluruh proses berjalan tertib serta proaktif. Kami menemukan sejumlah hal yang perlu mendapat perhatian, seperti pengelolaan dana BOS, anggaran makan dan minum, jasa konsultasi, serta pengadaan alat tulis kantor di tingkat kecamatan,” ujar Gusrian.
Ia menambahkan bahwa setelah tahapan pemeriksaan ini, BPK akan melanjutkan ke tahap pelaporan dengan proses review berjenjang yang akan menentukan opini terhadap laporan keuangan Pemkab Indramayu.
Wakil Bupati Indramayu Syaefudin menyambut baik selesainya proses audit tersebut dan menyatakan bahwa pemeriksaan BPK merupakan bentuk pembinaan yang sangat penting bagi pemerintah daerah.
“Kami menjadikan pemeriksaan ini sebagai momen pembelajaran agar pengelolaan keuangan Pemkab Indramayu semakin baik.
Saya imbau kepada seluruh SKPD untuk segera menindaklanjuti setiap temuan agar tidak berujung pada persoalan hukum,” ujar Wabup.
Lebih lanjut, Syaefudin menyatakan optimisme bahwa Kabupaten Indramayu akan mampu meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tahun ini. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Tim BPK atas pendampingan dan bimbingan selama proses pemeriksaan.
“Terima kasih kepada seluruh tim BPK RI yang telah membantu kami memperbaiki sistem dan tata kelola keuangan. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan akuntabilitas dan pelayanan publik yang lebih baik,” tutup Syaefudin. (Saudi)








