Home / Daerah / Ekonomi / Hukum / Jateng / Metropolitan / Nasional / Regional / Wonosobo

Rabu, 25 Juni 2025 - 20:15 WIB

Yayasan SARI dan Desbumi Gelar Seminar Pencegahan Ekstremisme Kekerasan di 13 Desa Wonosobo

IDN Hari Ini, Wonosobo – Yayasan Social Analisis and Research Institute (SARI) yang diketuai Tri Hananto, bekerja sama dengan jejaring Desa Peduli Buruh Migran (Desbumi), menggelar seminar sosialisasi bertema “Upaya Pencegahan Ekstremisme Berbasis Kekerasan”.

Kegiatan ini menyasar 13 desa di empat kecamatan di Kabupaten Wonosobo, sebagai bagian dari upaya peningkatan kewaspadaan dan ketahanan masyarakat terhadap paham radikal.

Seminar dibuka secara resmi oleh Mulyadi, perwakilan dari Migrant Care, bersama Ibu Emi dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Wonosobo. Kehadiran mereka menandai dukungan penuh dari berbagai pihak terhadap upaya pencegahan kekerasan ekstremisme di tingkat komunitas.

Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Wonosobo, Agus Kristianto, tampil sebagai narasumber utama.

Dalam pemaparannya, Kesbangpol Agus Kristianto menekankan pentingnya strategi deteksi dini, identifikasi bentuk-bentuk ekstremisme berbasis kekerasan, serta peran aktif masyarakat desa dalam menangkal potensi radikalisme.

“Pencegahan ekstremisme dimulai dari pemahaman yang baik dan sinergi seluruh komponen masyarakat di tingkat desa,” tegas Agus di hadapan peserta.

Kegiatan ini juga melibatkan lintas sektor dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Wonosobo, seperti Bappeda, Dinas Sosial (Dinsos), DP3AP2KB, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A).

Dari kalangan non-pemerintah, hadir pula perwakilan LSM, organisasi masyarakat Kawal PMI, serta kelompok PEKA (Perempuan Kepala Keluarga).

Perwakilan panitia dari Yayasan SARI menyampaikan bahwa seminar ini merupakan bagian dari komitmen membangun ketahanan desa dalam menghadapi ancaman ideologi kekerasan.

“Melalui kolaborasi bersama Desbumi dan dukungan pemerintah serta organisasi masyarakat, kami berharap dapat menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan tangguh terhadap ekstremisme kekerasan,” ujarnya.

Para peserta menyambut positif kegiatan ini. Selain penyampaian materi yang aplikatif, seminar juga membuka ruang diskusi untuk merumuskan solusi nyata dari tingkat akar rumput.

Kolaborasi multi-pihak ini diharapkan terus berlanjut dalam implementasi program pencegahan ekstremisme di wilayah Wonosobo. (Sugito)

Share :

Baca Juga

Daerah

Sosialisasi dan Penandatangan PKS antara BPJS Ketenagakerjaan Nias dengan OPD se-kota Gunungsitoli

Cirebon

Respon Cepat Polsek Lemahabang Amankan 4 Remaja Diduga Terlibat Tawuran

Cirebon

Wali Kota Cirebon Tinjau Jembatan Lebakngok, Pastikan Perbaikan Dimulai Pekan Ini

Cirebon

Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Pengajian Rutin di Masjid Al-Munawir, Desa Trusmi Kulon Kec.Plered Kab.Cirebon

Daerah

Gubernur Sumut Buka Karya Bakti TNI AD di Gunungsitoli, Dorong Pemerataan Pembangunan

Daerah

Jangan Biarkan Publik Lebih Percaya Medsos Daripada Pers, PPDI Respon Fenomena Pragmatisme Pers

Humbang Hasundutan

Bupati Humbahas Bersama TNI-Polri, Memantau Terus Pencarian Korban Longsor DiDesa Simangulappe Bakti raja

Cirebon

Puluhan Personel Satreskrim Polresta Cirebon Jalani Tes Urine