IDN Hari Ini,Jakarta – Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menyeret Wakil Ketua PN Depok bukan sekadar penangkapan biasa, melainkan tamparan keras bagi Mahkamah Agung.
Ketika sosok yang seharusnya menjadi “wakil tuhan” di tingkat pimpinan justru terlibat transaksi perkara, kepercayaan publik terhadap kepastian hukum berada di titik nadir.
Mengapa Kasus Ini Krusial :
- Level Jabatan: Penangkapan pejabat setingkat Wakil Ketua menunjukkan bahwa sistem pengawasan internal di lingkungan PN Depok gagal mendeteksi potensi korupsi di level manajerial.
- Modus Klasik Sengketa Lahan: Mafia tanah masih menjadi momok. Berdasarkan catatan Transparency International Indonesia, sektor pertanahan dan peradilan seringkali menjadi titik temu praktik suap yang melibatkan oknum aparat.
- Efek Domino Perkara: Putusan-putusan yang pernah diambil oleh hakim tersebut kini terancam dipertanyakan kredibilitasnya oleh para pencari keadilan.
Langkah Selanjutnya yang Perlu Dipantau:
KPK kini tengah mendalami apakah ada keterlibatan hakim lain atau panitera dalam “skema pengamanan” perkara ini.
Terhadap hal yang terjadi adalah suatu momentum buruk bagi lembaga peradilan yang setiap memutus perkara, “Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa” (Red)










