Home / Banten / Daerah / Metropolitan / Nasional / Regional / Tangerang Raya / Uncategorized

Rabu, 25 Februari 2026 - 09:10 WIB

Makanan Bergizi Gratis (MBG) Banyak Terbuang, Kerugian Negara Capai Triliunan

IDN Hari Ini, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan meningkatkan asupan gizi anak sekolah dan menekan angka stunting kini menjadi sorotan.

Di sejumlah daerah, ditemukan banyak paket makanan MBG yang tidak dikonsumsi dan sering kali berakhir terbuang, memicu potensi kerugian negara dalam jumlah yang sangat besar.

Estimasi Potensi Kerugian-

Berdasarkan simulasi perhitungan di lapangan, apabila satu paket MBG dianggarkan rata-rata Rp15.000 per siswa per hari dan terdapat 10 juta penerima manfaat secara nasional, maka kebutuhan anggaran per hari bisa mencapai Rp150 miliar.

Apabila diasumsikan 10 persen saja dari total paket tersebut terbuang akibat tidak terserap, keterlambatan distribusi, atau kualitas makanan menurun, maka potensi kerugian bisa mencapai:
– Rp 15 miliar per hari
– Rp105 miliar per minggu
– Rp420 miliar per bulan

Jika tingkat pemborosan lebih tinggi di sejumlah wilayah, angka kerugian secara akumulatif berpotensi menembus triliunan rupiah dalam hitungan waktu tertentu.

Faktor Penyebab yang ditemukan di lapangan antara lain:

  • Distribusi tidak tepat waktu, makanan datang saat jam pelajaran atau menjelang pulang sekolah.
  • Menu kurang sesuai selera siswa, sehingga tidak dihabiskan.
  • Pendataan penerima belum akurat, menyebabkan kelebihan pasokan.
    Kualitas makanan menurun, terutama di wilayah dengan jarak distribusi jauh.

Seorang kepala sekolah di wilayah Banten mengatakan bahwa masih ada siswa yang memilih membawa bekal sendiri dari rumah. Kadang makanan datang sudah siang, anak-anak sudah kenyang atau mau pulang, akhirnya tidak termakan semua,” ujarnya.

Perlu Evaluasi dan Pengawasan Ketat

Pengamat kebijakan publik menilai, tanpa sistem pengawasan dan evaluasi berkala, program dengan anggaran besar seperti MBG sangat rentan terjadi pemborosan.

Menurutnya, pemerintah perlu:
– Memperbaiki sistem distribusi berbasis waktu sekolah.
– Menyesuaikan menu dengan preferensi lokal.
– Melakukan audit berkala terhadap realisasi dan serapan.
– Memanfaatkan teknologi untuk validasi data penerima.

Program MBG sejatinya memiliki tujuan mulia untuk menciptakan generasi sehat dan unggul. Namun tanpa tata kelola yang baik, potensi kebocoran anggaran bisa menjadi persoalan serius bagi keuangan negara. (T-Red)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Aksi Heroik, Personel Polresta Cirebon Bantu Pemudik Yang Mengalami Pecah Ban Di Tol Palikanci KM 188

Daerah

Apel Pagi ASN, Bupati Lucky Hakim: Tingkatkan Layanan Publik Pasca Libur Lebaran

Cirebon

Kasus Curi Emas dengan Modus Hipnotis Mengaku Petugas Dinas Kesehatan, Berhasil Diungkap Polresta Cirebon

Daerah

Siswa Humbang Hasundutan Meraih Juara 1 Karate di Kajati-SUP Cup II

Daerah

Peletakan Batu Pertama Rumah Tahfidz Hasil Iuran ASN di Indramayu, Wabup Syaefudin: Cetak Generasi Qurani yang Kuat Spiritual dan Intelektual

Daerah

Bupati Humbang Hasundutan Hibahkan Tanah untuk Pembangunan Kantor Bawaslu

Daerah

Mafindo Wonosobo Berkolaborasi dengan Disdikpora, Selenggarakan Kelas Kecerdasan Artifisial – AI Goes to School

Nasional

Emrus Sihombing:  Interupsi Anggota FPKS Diakhir Rapat Paripurna Kurang Tepat