Home / Daerah / Jateng / Metropolitan / Nasional / Pendidikan / Regional / Wonosobo

Minggu, 30 November 2025 - 13:01 WIB

Mafindo Wonosobo Berkolaborasi dengan Disdikpora, Selenggarakan Kelas Kecerdasan Artifisial – AI Goes to School

IDN Hari Ini, Wonosobo- Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) Wonosobo bersama Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Wonosobo secara resmi menggelar Kelas Kecerdasan Artifisial – AI Goes To School, sebuah program nasional yang ditujukan untuk meningkatkan literasi digital dan kemampuan pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial (AI) bagi para pendidik, (29/11/2025)

Program ini merupakan bagian dari inisiatif besar MAFINDO yang menargetkan pendampingan 10.000 guru di 40 kota selama 18 bulan, dengan dukungan dari Google.org, AVPN, dan Asian Development Bank (ADB).

Mafindo Wonosobo menyiapkan dua trainer dan empat fasilitator untuk mendampingi 83 peserta yang merupakan perwakilan guru SD dari 15 kecamatan. Antusiasme peserta terlihat tinggi sejak sesi awal, terlebih materi yang diberikan sangat relevan dengan tantangan pendidikan di era digital.

Para guru mendapatkan pembelajaran komprehensif mulai dari Pengenalan Teknologi AI, Tantangan dan Etika Pemanfaatan AI, Manajemen Prompt, Pemanfaatan AI untuk Pembelajaran Kreatif, Pengelolaan Kelas Berbasis AI, hingga Optimalisasi AI untuk Administrasi dan Kinerja Guru.

Program ini juga dilengkapi akses ke Learning Management System (LMS) sehingga guru dapat belajar secara fleksibel. Seluruh peserta berkesempatan memperoleh sertifikat 20 JP setelah menyelesaikan seluruh modul dan tugas.

Apresiasi Disdikpora: Guru Adalah Pembimbing Karakter Digital

Perwakilan Disdikpora, Bapak Teguh, membuka kegiatan dengan memberikan apresiasi kepada Mafindo dan seluruh peserta yang hadir. Ia menegaskan bahwa perkembangan AI menjadi tantangan sekaligus peluang bagi dunia pendidikan di Wonosobo.

“Guru bukan hanya pengajar, tetapi pembimbing karakter digital peserta didik. Di tengah derasnya arus informasi dan maraknya misinformasi, literasi digital menjadi kemampuan dasar yang harus dimiliki,” ujarnya.Bapak Teguh menekankan bahwa AI bukan alat untuk menggantikan peran guru, tetapi teknologi yang dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran, memperluas akses pengetahuan, dan membantu guru menghadirkan proses belajar yang adaptif bagi generasi digital native.

Beliau berharap pelatihan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kapasitas pendidik dan mempercepat literasi digital di sekolah-sekolah Wonosobo. Disdikpora, lanjutnya, berkomitmen mendukung penuh program peningkatan kompetensi guru di bidang teknologi dan literasi digital.

Kak Violita: Guru adalah Garda Terdepan Literasi Digital Anak Bangsa

Kak Violita, selaku Project Manager AI Goes To School, mengucapkan terima kasih kepada seluruh guru SD dan SMP yang mengikuti Batch 2. Ia menyebut bahwa peran guru sangat strategis dalam membentuk kemampuan verifikasi informasi dan etika digital generasi muda.

“Kelas AI ini dirancang agar guru memahami potensi sekaligus risiko kecerdasan artifisial. AI bukan sekadar alat, tetapi ekosistem baru yang menuntut kesiapan literasi dan etika,” jelasnya.

Menurutnya, keikutsertaan 85 guru dalam batch kedua ini menunjukkan tingginya komitmen pendidik Wonosobo untuk terus berkembang.

Ia berharap pelatihan tidak hanya menjadi transfer materi satu arah, tetapi ruang kolaborasi untuk bertukar praktik baik dan pengalaman dalam menghadirkan pembelajaran yang aman, kreatif, dan bertanggung jawab.

Kak Vio menutup sambutan dengan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat, dan mengajak para guru menjadikan pelatihan ini sebagai langkah awal menuju generasi yang lebih tangguh terhadap hoaks dan mampu memanfaatkan AI secara humanis.

Tentang Program AI Goes To School

AI Goes To School merupakan program pelatihan literasi AI bagi guru di seluruh Indonesia, dengan target 10.000 guru di 40 kota. Program ini membantu guru memahami dan mengintegrasikan teknologi AI dalam proses belajar mengajar sehingga pembelajaran menjadi lebih inovatif, adaptif, dan relevan bagi siswa. Program ini juga didukung oleh Google.org, AVPN, dan Asian Development Bank (ADB).

Tentang MAFINDO

Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) adalah organisasi nirlaba yang berdiri sejak 2016 dan fokus pada pemberantasan hoaks serta peningkatan literasi digital.

MAFINDO memiliki lebih dari 95.000 anggota online dan 1.000 relawan di berbagai wilayah. Selain melakukan cek fakta, MAFINDO aktif menyelenggarakan edukasi publik, termasuk program AI Goes To School, untuk mewujudkan masyarakat yang lebih cerdas dan tangguh menghadapi tantangan era digital. (Sugito)

Share :

Baca Juga

Cirebon

Polresta Cirebon Amankan 2 Pengedar OKT di Kecamatan Gegesik

Cirebon

Jelang Operasi Lilin Lodaya, Polresta Cirebon Musnahkan Ribuan Miras Berbagai Merek

Daerah

Kejari Humbahas Menerima Penghargaan Seven Media Asia Awards

Buru

Guna Mendekatkan Polri Dengan Masyarakat, Polres Pulau Buru Adakan Jumat Curhat Di Setiap Desa

Daerah

Pemko Gunungsitoli Gelar Forum Perangkat Daerah Tahun 2024

Daerah

Bupati Samosir Menetapkan Pembentukan FKDM Guna Menjaga Kewaspadaan Dikalangan Masyarkat Samosir

Daerah

101 PPPK Jabatan Fungsional Tenaga Teknis Formasi Tahun 2022 Pemprov Maluku Dilantik Gubernur Maluku

Daerah

Cak Imin Tinjau Rencana Sekolah Rakyat di Indramayu, Lucky Hakim: Agustus Sudah Berjalan