IDN Hari Ini, Wonosobo– Social Analysis and Research Institute (SARI) bersama Pemerintah Kabupaten Wonosobo bekerja sama dengan Migrant CARE terus memperkuat perlindungan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan keluarganya melalui Program Inklusi Kemitraan Australia–Indonesia Menuju Masyarakat Inklusif.
Program tersebut bertujuan mendorong penguatan pekerja migran dan kelompok rentan lainnya melalui pengembangan Desa Peduli Buruh Migran (Desbumi) di Kabupaten Wonosobo.
Hingga saat ini, program telah berjalan di 13 kelompok Desbumi yang tersebar di sejumlah kecamatan di Wonosobo.

Ketua SARI, Tri Ananto mengatakan, keberadaan Desbumi sangat penting dalam membangun migrasi aman dan perlindungan menyeluruh bagi pekerja migran, mulai dari pra-penempatan, masa penempatan di luar negeri, hingga pasca penempatan saat kembali ke daerah asal.
“Desbumi hadir sebagai kolaborasi antara pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan komunitas pekerja migran untuk memastikan perlindungan buruh migran dimulai dari desa,” ujarnya dalam kegiatan pembentukan Kelompok Mekarsari.
Menurutnya, Desbumi memberikan berbagai layanan bagi masyarakat, mulai dari layanan migrasi aman, informasi, pendataan PMI dan keluarganya, layanan dokumen, hingga layanan pengaduan kasus.
Selain itu, Desbumi juga mendorong pemberdayaan ekonomi bagi purna migran melalui pembentukan komunitas pekerja migran dan keluarganya serta mendorong lahirnya Peraturan Desa (Perdes) perlindungan buruh migran.
Dalam upaya memperluas jangkauan program, SARI bersama Pemerintah Kabupaten Wonosobo dan Migrant CARE, dengan dukungan Program Inklusi, akan melakukan replikasi Desbumi di tiga desa baru yang dinilai potensial sebagai kantong pekerja migran.
Tiga desa tersebut yakni Desa Karanganyar Kecamatan Sukoharjo, Desa Jonggolsari Kecamatan Leksono, dan Desa Limbangan Kecamatan Watumalang.
Tri Ananto menjelaskan, salah satu unsur penting dalam pengembangan Desbumi adalah keberadaan Kelompok Pekerja Migran yang beranggotakan PMI purna maupun keluarga PMI yang masih bekerja di luar negeri.
“Sebelum pembentukan kelompok dilakukan, tim telah melaksanakan asesmen melalui pengamatan langsung dan wawancara dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta PMI untuk mengetahui potensi, kebutuhan, dan persoalan yang ada,” jelasnya.
Kegiatan pembentukan kelompok pekerja migran tersebut memiliki beberapa tujuan utama, di antaranya memberikan pemahaman mengenai Desbumi, sosialisasi safeguarding, serta pembentukan kelompok pekerja migran di masing-masing desa.
Adapun hasil yang diharapkan yakni meningkatnya pemahaman peserta mengenai Desbumi, kebijakan anti fraud, Child Protection Policy, dan PSEAH, serta terbentuknya kelompok pekerja migran di desa sasaran.
Kegiatan ini dipandu oleh Tim SARI dan diikuti sebanyak 50 peserta di masing-masing desa, terdiri dari unsur pemerintah desa, BPD, PKK, Karang Taruna, serta PMI dan keluarganya.
Secara teknis, kegiatan tersebut diorganisir oleh Social Analysis and Research Institute atau SARI sebagai pelaksana program di Kabupaten Wonosobo.(Sugito)










