IDN Hari Ini, Nias – Kematian Hela Aro Halawa (50) alias Ama Celsi, telah diketemukan dalam keadaan tewas disungai, Sabtu 17/06/2023
Menurut informasi keterangan pihak keluarga korban, terdapat adanya kejanggalan dalam proses evakuasi mayat korban dengan tanpa adanya keterlibatan pihak berwajib, beserta tim medis, namun pihak kepala Desa bertindak semena-mena untuk segera mengevakuasi korban, yang bukan lagi merupakan dasar kewenangannya, yang seharusnya tugas pihak aparat yang berwajib kepolisian untuk pemeriksaan serta dari pihak medis, dalam mengolah tempat kejadian perkara (TKP).
Sementara itu juga diketahui, bahwa pada saat korban berpergian bukan hanya satu orang , melainkan mereka lebih dari satu orang, sehingga sangat ironis jika korban bisa meninggal tanpa di ketahui penyebabnya, ujar Kades Mohili Berua Bot.
Di hari yang sama, pihak awak media mencoba konfirmasi kepada pihak Kepala Desa terkait dengan adanya kematian warganya, yang dijawab oleh Kepala Desa, “Benar adanya warga saya yang ditemukan di sungai, dalam keadaan tidak bernyawa, dan langsung di evakuasi oleh warga setempat yang di kordinir oleh Kades.
Selanjutnya kades mengatakan, bahwa korban dievakuasi tanpa mendatangkan pihak medis dan pihak yang berwajib dari kepolisian, karena sudah menghubungi polsek melalui via handphone seluler, ia pun menjelaskan, jasad korban kami evakuasi bersama dengan masyarakat atas saran dari Kapolsek Hiliduho untuk di evakuasi dari tempat kejadian perkara (TKP) meninggalnya korban.
Ketika awak media mengkonfirmasi langsung kepada bapak Kapolsek Hiliduho melalui saluran telfon selulernya, Kapolsek menjelaskan, bahwa atas kejadian tersebut korban sudah di evakuasi terlebih dahulu, baru kemudian kepala desa menghubungi pihak Polsek Hiliduho melalui anggota saya, sesudah itu kepala desa juga mengatakan, bahwa sudah ada surat yang di tanda tangani pihak keluarga korban tidak keberatan atas kematian korban, ungkap kapolsek
Selain itu Kapolsek menambahkan, bahwa ia bukan menyarankan untuk di evakuasi, tapi korban sudah di evakuasi terlebih dahulu oleh pihak kepala desa bersama warga, dikarnakan pihak keluarga korban tidak keberatan atas kematian korban, dan meminta link beritanya di kirim ke saya tutur Kapolsek mengakhiri.
Melihat peristiwa yang terjadi, salah satu pihak keluarga korban inisial J merasa kesal atas tindakan yang dilakuan kepala desa kepada keluarganya, apalagi dengan membuat kesimpang siuran informasi berita atas kematian saudaranya. Dan sebagai harapannya kepada pihak aparat penegak hukum kepolisian agar segera dapat menurunkan tim labfor FORENSIK, supaya jenazah saudara kami ini dilakukan proses AUTOPSI, demi mendapatkan kepastian hukum yang se-adil adilnya, dan diketahui apa sebab kematian saudara kami ini, ujar J
Hingga berita ini terbit, Kepala desa setempat sepertinya tidak merespon atas konfirmasi yang sudah di layangkan oleh awak media melalui chat via watshap nya. (SG)










