Home / Ekonomi

Jumat, 10 Desember 2021 - 07:08 WIB

Harga Minyak Dunia Terjun Bebas,  Ekonomi China Melempem




Jakarta, IDN Hari Ini — Harga minyak dunia merosot di tengah kekhawatiran tekanan ekonomi China, importir minyak terbesar, akibat kasus gagal bayar pengembang properti Evergrande. Ditambah lagi, sejumlah negara tengah memerangi varian omicron covid-19.
Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Februari jatuh 1,9 persen menjadi US$74,42 per barel dari posisi sebelumnya US$76,70 per barel.

Sedangkan, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Januari melorot 2 persen menjadi US$70,94 per barel dari sesi tertingginya, yaitu US$73,34 per barel.




Diketahui, lembaga pemeringkat Fitch menurunkan peringkat China Evergrande Group dan Kaisa Group ke status ‘restricted default’ karena gagal membayar obligasi mereka terhadap investor asing. Sumber menyebut Kaisa Group mengajukan restrukturisasi utang luar negeri hingga US$12 miliar.

Berita itu, menurut Analis Rystad Energy Louise Dickson, memperburuk kekhawatiran pertumbuhan ekonomi China. “Yang pada akhirnya dapat mempengaruhi minat pembelian minyak dari pelanggan minyak mentah terbesar dunia,” imbuh dia, dilansir Antara, Jumat (9/12).

Sementara itu, di Inggris, Perdana Menteri Boris Johnson memberlakukan pembatasan yang lebih ketat dan meminta masyarakat bekerja dari rumah. Ia juga meminta masyarakat kembali memakai masker di tempat umum dan menunjukkan sertifikat vaksin covid-19 untuk menghadiri acara dan mengunjungi tempat-tempat tertentu.


Tak cuma Inggris, Denmark juga merencanakan pengetatan pembatasan, termasuk menutup bar, restoran, dan sekolah.


Korea Selatan juga mencatat rekor infeksi covid-19. Selanjutnya, Singapura dan Australi mencatat peningkatan kasus baru-baru ini.

“Pasar minyak tidak selalu merespons berita ekonomi yang baik. The Fed dapat mengetatkan kebijakan moneternya,” tutur John Kilduff, Mitra di Again Capital LLC New York mengingatkan.

Varian omicron telah memicu penurunan harga minyak Brent hingga 16 persen pada periode 25 November hingga 1 Desember 2021. Memang, lebih dari separuh penurunan itu berhasil ditutup pada pekan ini, namun analis mengingatkan pemulihan harga lebih lanjut bisa terjadi sampai ada kejelasan dari dampak varian omicron.( IDN )

Share :

Baca Juga

Banten

Klaim Tanah Oleh PDAM Tirta Benteng, Menimbulkan Kontroversi Hukum Baik Pidana dan Perdata

Banten

Aktivitas Pergerakan Penumpang Bandara Soekarno Hatta H-1 Lebaran, Mencapai Lebih Diatas 100.000 Orang

Daerah

Bupati Humbahas Dukung Pelaksanaan ST2023 

Daerah

Bupati Lucky Hakim Ajak Semua Pihak Ambil Peran Sukseskan Pembangunan Indramayu

Banten

Penguatan Organisasi : Credit Union Sejahtera Makmur Bersama Laksanakan Organitation Development (OD)

Banten

Ketika Hak Tanah Rakyat Masuk Ruang Sidang, Sengketa Tanah yang Menguji Integritas Penegakan Hukum

Daerah

Sinergitas Bhabinkamtibnas Dan Babinsa Di Pulau Manipa – Ambon

Daerah

Tinjau Aktivitas Usaha di Kawasan Komplek Waduk Bojongsari, Bupati Indramayu Tegaskan Dukung Investasi Sesuai Regulasi