IDN Hari Ini, Indramayu – Ribuan warga Desa Krasak, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, tumpah ruah memadati jalanan desa pada Sabtu (5/4/2025) untuk menyaksikan perhelatan akbar tahunan, Karnaval “Krasak Sahitya Raksa”.
Kegiatan yang telah berlangsung selama 51 tahun ini menjadi simbol kekompakan dan semangat gotong royong warga setempat.
Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, secara langsung melepas jalannya karnaval. Ia hadir didampingi Camat Jatibarang Rorry Firmansyah, Forkopimcam, serta unsur pemerintahan lainnya. Dalam sambutannya, Syaefudin mengapresiasi kekompakan warga yang terus menjaga tradisi dan budaya lokal.
“Karnaval di Desa Krasak ini luar biasa. Diselenggarakan dari, oleh, dan untuk masyarakat. Ini bisa jadi kalender event tahunan yang berpotensi ditingkatkan hingga level regional dan mendatangkan wisatawan luar daerah,” ujarnya.
Karnaval tahun ini mengusung tema “Krasak Sahitya Raksa”, yang berarti menjaga kebersamaan dan solidaritas. Kreasi seni berupa ogoh-ogoh bertema pewayangan tampil memukau. Seluruh ogoh-ogoh dibuat secara gotong royong oleh warga masing-masing RT dan RW.
Kuwu Desa Krasak, Khairul Isma Arief, mengatakan bahwa tema tersebut dipilih sebagai bentuk penghargaan atas semangat kolektif masyarakat yang tetap terjaga selama puluhan tahun.
“Alhamdulillah masyarakat kami sangat guyub. Karnaval ini selalu ditunggu-tunggu setiap usai Idul Fitri. Tahun ini tema pewayangan diangkat agar kita tetap melestarikan budaya leluhur,” ujar Khairul.
Salah satu tokoh masyarakat, Mardono, turut mengungkapkan rasa bangganya terhadap tradisi yang telah berlangsung sejak tahun 1974 ini. Menurutnya, karnaval tahunan ini memiliki nilai emosional yang tinggi bagi warga, bahkan bagi mereka yang berada di perantauan.
“Warga yang merantau pun menunda kepulangannya agar bisa menyaksikan karnaval ini. Ini bukti kecintaan mereka terhadap desa dan budayanya,” ungkapnya.
Karnaval “Krasak Sahitya Raksa” bukan hanya menjadi pesta rakyat, tetapi juga cermin identitas masyarakat Desa Krasak yang menjunjung tinggi nilai gotong royong, kebersamaan, dan pelestarian budaya lokal. (Saudi)










