Home / Banten / Hukum / Kriminal / Metropolitan / Nasional / Regional / Tangerang Raya

Senin, 28 Juli 2025 - 20:08 WIB

Laporan Dugaan Aset PSU Bodong Naik ke Kejaksaan Agung, Diduga Ada Manipulasi Dokumen Tanah Proyek Tol Jasamarga Kunciran Cengkareng (JKC) 

IDN Hari Ini, Tangerang – Laporan pengaduan terkait dugaan aset Prasarana Sarana Utilitas (PSU) bodong yang sebelumnya dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Tangerang kini telah ditingkatkan laporannya kepada pihak Kejaksaan Agung RI, pada hari ini Senin (28/07/2025)

Peningkatan laporan tersebut dilakukan setelah mendapatkan informasi, bahwa laporan dari Koalisi Independen Transparansi Anggaran Pusat dan Daerah Provinsi Banten (KITA-PD) pada Kejaksaan Negeri Kota Tangerang mengalami kemandekan di meja Kasi Intel Kejari Kota Tangerang.

Aktivis Koalisi Independen Transparansi Anggaran Pusat dan Daerah (KITA-PD) Provinsi Banten Dedi Haryanto, menegaskan bahwa kasus ini harus menjadi perhatian serius karena menyangkut kepentingan penguasa dan pengusaha yang diduga terlibat dalam indikasi korupsi proyek strategis nasional, yaitu pembangunan jalan tol Jasamarga Kunciran-Cengkareng (JKC).

Temuan Krusial KITA PD yakni:

-Dugaan Manipulasi SHGB oleh Kementerian ATR/BPN

-Investigasi lebih lanjut mengungkap adanya indikasi kuat manipulasi dokumen tanah terkait Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) Nomor 00324/Cipete yang diklaim sebagai milik PT. Moderland Realty dan telah diserahkan ke Pemerintah Kota Tangerang melalui berita acara serah terima tahap kesembilan. Namun, terdapat temuan mencolok dari berita acara serah terima tersebut :

– Pihak Kementerian ATR/BPN diduga sengaja mengubah bidang tanah, luas tanah, dan nomor identifikasi bidang tanah pada dokumen SHGB tersebut.

– Perubahan ini menimbulkan kecurigaan adanya upaya untuk mengalihkan atau memanipulasi dokumen kepemilikan tanah guna kepentingan tertentu dalam proyek tol JKC.

Dugaan Korupsi dalam Proyek Strategis Nasional

Proyek tol JKC merupakan proyek strategis nasional yang melibatkan dana besar dan kepentingan banyak pihak. Adanya indikasi manipulasi dokumen tanah ini dikhawatirkan menjadi bagian dari skema korupsi yang melibatkan oknum pejabat dan pengusaha.

Dedi Haryanto mendesak Kejaksaan Agung untuk segera menindaklanjuti laporan ini guna mengungkap kebenaran dan mencegah kerugian negara. Ini bukan sekadar sengketa tanah biasa, tapi ada indikasi korupsi yang melibatkan proyek nasional. Kami minta Kejagung turun tangan secara serius,” tegasnya.

Langkah selanjutnya:

– Kejaksaan Agung diharapkan segera memeriksa validitas laporan dan dokumen terkait.

– Jika terbukti ada pelanggaran, proses hukum harus dijalankan terhadap semua pihak yang terlibat, termasuk oknum di Kementerian ATR/BPN.

Dengan adanya laporan yang telah ditingkatkan ke Kejaksaan Agung, diharapkan proses hukum pengungkapan kasus aset PSU bodong ini dapat berjalan lebih transparan dan cepat.

Saat Kasi Intel Kejari Kota Tangerang, AA Made Suara Teja Buana SH, MH dikonfirmasi terkait laporan, beliaupun hanya menerangkan,” Msh kita dalami pak puldata pulbaket team msh bekerja pak, Apapun hasil dari team pelapor akan kita beritahukan secara tertulis. (T-Red)

Share :

Baca Juga

Tangerang Raya

Hadiah Rutin Warga Kelurahan Tanah Tinggi Tergenang Air, Akibat Drainase tidak Berfungsi

Daerah

Yusman Dawolo Maju Sebagai Bakal Calon Walikota, Resmi Mendaftar di DPD Partai PAN Kota Gunungsitoli

Cirebon

Polresta Cirebon Gelar Coffee Morning Bersama Forkopimda Kabupaten Cirebon

Cirebon

Polresta Cirebon Gelar Syukuran HUT ke-52 Korpri

Cirebon

Polsek Lemahabang Gencarkan Penertiban Knalpot Tidak Sesuai Spesifikasi Teknis Di Kalangan Pelajar

Cirebon

Antisipasi gangguan keamanan Polres Cirebon Kota gencarkan patroli KRYD

Daerah

Tahap Pembangunan, Bupati Humbahas Himbau Pengguna Jalan Dari Doloksanggul-Pakkat Berhati-Hati

Cirebon

Polsek Arjawinangun Amankan 3 Pelaku Pencurian Kendaraan R4