Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan, Hadiri Penyerahan Bantuan Alat Pencacah dan Mixer Kompos Dari Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia

IDN Hari Ini, Humbang Hasundutan-Bupati Humbang Hasundutan yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan hadiri penyerahan bantuan alat pencacah dan mixer kompos dari Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia kepada BUMDes Desa Siponjot Kecamatan Lintongnihuta.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kabag Perekonomian Pommer Hutabarat, Kabag Administrasi Pembangunan Adrianus Mahulae, Kabid PSP dan Penyuluhan Distan Ketapang Lenni Sihombing, Camat Lintongnihuta Sabam Sihombing, Kepala Desa Siponjot Deka Silaban dan mewakili pihak Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia, Jumat (9/5/ 2025).

Kepala Desa Siponjot Deka Silaban dalam laporannya menyampaikan bahwa Desa Siponjot dalam memajukan desanya telah bekerjasama dengan berbagai stakeholder seperti Institute Teknologi Del dalam pelatihan bahasa inggris dan Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia dalam bidang pertanian.

Deka menyebutkan bahwa masyarakat membutuhkan puluhan ton pupuk organik dan bantuan ini diharapkan akan membantu masyarakat.

Dr. Ir. Jenny Elisabeth dari politeknik wilmar bisnis Indonesia menyampaikan komitmen mereka untuk membantu pertanian Humbang Hasundutan melalui bantuan penyehatan tanah dengan pupuk hayati dan organik serta berharap Desa Siponjot menjadi pelopor yang akan menginspirasi desa desa sekitarnya.

Bupati Humbang Hasundutan yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan menyampaikan terima kasih kepada Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia yang telah bekerjasama dengan Desa Siponjot dalam 3 (tiga) tahun terakhir.

Kerjasama yang dijalin oleh Pemerintah Desa Siponjot sejalan dengan Misi Kabupaten Humbang Hasundutan yaitu Meningkatkan pembangunan manusia yang produktif berkualitas dan berkeadaban dan Meningkatkan perekonomian berbasis sumber daya lokal.

Lebih lanjut, Asisten mengingatkan masyarakat melalui BUMDes agar memiliki rasa memiliki. Banyak bantuan yang telah diberikan Pemerintah dan Swasta kepada masyarakat namun banyak yang tidak berhasil secara optimal.

Pengurus BUMDes harus memperhatikan biaya operasional, biaya operator dan pemeliharaan alatnya. Seharusnya alat seperti pencacah ini dapat menjadi sumber penghasilan bagi BUMDes, tutupnya. (Manda)

Share :

Baca Juga

Daerah

Aksi Damai Masyarakat di MaKodim Nias, Dukung TNI Berantas Premanisme

Daerah

Keren ! Dalam Sebulan, Bupati Lucky Hakim Teken 1.000 Izin Usaha di Indramayu

Banten

UPTD SD Negeri Cilenggang 03, Gelar Purnawiyata Kelas VI Angkatan 2023-2024

Hukum

Diduga Rusak Hutan Lindung di Punggur, Praktisi Hukum Laporkan Perusahaan dan Pejabat ke Kejagung

Cirebon

Kapolresta Cirebon Kunjungi Seniman Difabel Pelukis Kaca

Banten

Sachrudin-Maryono Dipastikan Unggul di Quick Count, Siap Pimpin Kota Tangerang

Cirebon

Kapolresta Cirebon Hadiri Pembukaan PD PKNU Angkatan III Tahun 2024

Banten

Kontradiksi Keterangan Saksi Bapenda Jadi Sorotan Hakim dalam Sidang Korupsi Pagar Laut