Home / Banten / Daerah / Hukum / Metropolitan / Nasional / Regional / Tangerang Raya

Sabtu, 1 Februari 2025 - 08:16 WIB

Tersandung Kasus Rekayasa, AKP Imron Dipromosikan Jadi Kapolsek Neglasari

IDN Hari Ini, Tangerang – Dugaan rekayasa kasus narkoba di Polsek Tangerang Kota yang menyeret AKP Imron hingga kini masih belum menemui titik terang. Namun, alih-alih mendapatkan sanksi, mantan Kanit Narkoba Polsek Tangerang Kota itu justru dipromosikan menjadi Kapolsek Neglasari.

Keputusan ini menuai kritik dari berbagai pihak yang mempertanyakan transparansi dan akuntabilitas institusi kepolisian dalam menangani dugaan penyimpangan di internalnya. Sejumlah aktivis anti-narkoba dan pengamat hukum menilai bahwa promosi tersebut tidak sejalan dengan semangat reformasi kepolisian yang mengedepankan integritas dan profesionalisme.

Kasus Rekayasa yang Tak Kunjung Jelas

Kasus dugaan rekayasa narkoba yang terjadi di Polsek Tangerang Kota pertama kali mencuat setelah adanya laporan dari korban inisial MIK yang mengaku dijebak oleh oknum kepolisian. Dugaan ini semakin menguat setelah beberapa saksi mengungkapkan adanya praktik manipulasi barang bukti dalam penanganan kasus narkotika.

Hingga kini, proses investigasi terhadap kasus tersebut dinilai berjalan lamban, tanpa kejelasan mengenai hasil pemeriksaan maupun tindakan yang akan diambil terhadap pihak-pihak yang terlibat.

Promosi yang Menuai Kontroversi

Di tengah ketidakpastian penyelesaian kasus tersebut, nama AKP Imron justru muncul dalam daftar rotasi jabatan terbaru di kepolisian. Ia kini menjabat sebagai Kapolsek Neglasari, yang merupakan posisi strategis dalam struktur kepolisian wilayah Tangerang.

Promosi ini memicu pertanyaan besar, terutama terkait mekanisme evaluasi kinerja dalam institusi kepolisian. “Seharusnya ada mekanisme akuntabilitas yang jelas. Jika ada dugaan pelanggaran, sebaiknya diselesaikan terlebih dahulu sebelum ada promosi,” ujar seorang pengamat kepolisian yang enggan disebutkan namanya.

Desakan Transparansi dan Reformasi

Sejumlah pihak mendesak agar institusi kepolisian segera memberikan penjelasan terkait promosi ini, serta memastikan bahwa proses hukum terhadap dugaan rekayasa kasus narkoba dilakukan secara transparan dan adil.

Masyarakat berharap agar reformasi di tubuh kepolisian tidak sekadar wacana, melainkan benar-benar diterapkan dengan mekanisme yang jelas dalam menindak anggota yang terlibat dalam penyalahgunaan wewenang. (Red)

Share :

Baca Juga

Daerah

Bupati Humbahas Tegaskan, Bahwa Kepala Sekolah Ikut Berperan Aktif Menurunkan Stunting.

Cirebon

Polresta Cirebon Gelar Program Minggu Kasih, Sapa dan Serap Aspirasi Jemaat Gereja

Daerah

Jalan di Perumasan Kalibening Amblas, Akses Warga Desa Terputus

Tangerang Raya

Kasatpol PP Agus Suryana: Lapak di Pasar Komplek Mutiara Garuda  Pasti Ditertibkan

Banten

Kuasa Hukum Ade Hermana dan Masudi, Meminta Dibebaskan dalam Kasus Korupsi TPI Cituis

Daerah

Wakil Ketua DPR RI dan Bupati Indramayu Kunjungi Ponpes Hidayatuttholibin

Tangerang Raya

SP3 Korupsi RSUD Tigaraksa Digoyang, LSM KITA-PD Desak Kejati Banten Buka Kembali Kasus

Banten

Momentum Bulan Suci Ramadhan, Kecamatan Cipondoh Gelar Gerakan Pangan Murah untuk Warga Masyarakat