IDN Hari Ini, Tangerang – Sejumlah warga Perumahan Poris Indah, Kelurahan Cipondoh Indah, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang untuk segera mengembalikan fungsi lahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) di Jalan Raya Poris Indah Blok E RW 05.
Pasalnya, objek lahan yang sebelumnya dimanfaatkan sebagai fasilitas olahraga kini beralih fungsi menjadi kawasan kuliner yang disewa-sewakan kepada pihak pedagang kulineran.(9/04/2025)
Lahan PSU tersebut semula adalah ruang terbuka bagi masyarakat untuk bermain basket, futsal, voli, dan senam. Namun kini, lapangan itu berubah menjadi deretan gerobak dagangan yang digunakan untuk berjualan, yang memicu keresahan dan protes dari warga sekitar.
Lahan PSU Milik Masyarakat, Bukan Lahan Komersil
Warga menilai, pengalihfungsian lahan publik ini mengorbankan hak masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja yang kehilangan ruang beraktivitas.
Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, dugaan adanya keterlibatan oknum pengurus wilayah setempat dalam penyewaan lapak secara sepihak.“Lahan ini milik masyarakat, bukan untuk dikomersilkan segelintir oknum,” tegasnya.
Tuntutan Warga: Audit hingga Sanksi Tegas
Dalam pernyataannya, warga Poris Indah menuntut Pemkot Tangerang segera mengambil langkah tegas dan nyata dengan tiga tuntutan utama:
1. Audit Transparan
Menelusuri perizinan dan siapa saja yang bertanggung jawab atas alih fungsi lahan PSU.
2. Penertiban Segera
Menghentikan seluruh aktivitas komersial di dalam lokasi tersebut dan mengembalikannya menjadi ruang terbuka hijau serta fasilitas olahraga.
3. Sanksi Tegas
Mengusut tuntas oknum yang terlibat, termasuk dugaan tindak pidana korupsi dan penyalahgunaan jabatan dan kewenangan.
Dampak Sosial Makin Terasa
Warga mengungkapkan bahwa perubahan fungsi lahan turut memicu masalah sosial. Selain kehilangan sarana olahraga gratis, keberadaan los gerobak dagangan di atas lahan PSU kerap memicu permasalahan baru, seperti sampah dan gangguan ketertiban.
“Kami dulu bisa olahraga bersama, anak-anak juga punya tempat bermain. Sekarang, kami justru dihadapkan pada keramaian pedagang dan limbah yang berserakan,” keluh warga lainnya.
Warga berharap Pemkot Tangerang tidak tinggal diam dan segera mengambil tindakan sebelum polemik ini berkembang lebih jauh dan mencederai rasa keadilan masyarakat. (Red)










