Home / Daerah / Metropolitan / Nasional / Nias / Regional / Sumut

Sabtu, 27 Juni 2026 - 15:20 WIB

Yusman Dawolo: Wali Kota Harus Lebih Banyak Memimpin dari Ruang Strategis daripada Sering Memegang Sapu

IDN Hari Ini, Nias- Gotong royong adalah budaya bangsa yang harus dijaga. Tidak ada yang salah dengan kegiatan membersihkan lingkungan, bahkan seorang pemimpin sesekali turun ke lapangan dapat menjadi simbol keteladanan dan membangun semangat kebersamaan.

Namun, menurut Bang YD, seorang Wali Kota tidak boleh terlalu sering disibukkan oleh pekerjaan yang bersifat teknis dan operasional. Membersihkan rumput, menyapu jalan, mengangkat sampah, atau mengorek drainase merupakan tugas yang memang sudah menjadi tanggung jawab perangkat teknis, Dinas Lingkungan Hidup, kecamatan, kelurahan, hingga petugas kebersihan yang digaji oleh negara untuk melaksanakan pekerjaan tersebut.

Tugas utama seorang kepala daerah jauh lebih besar dan lebih strategis. Dalam teori manajemen, Henry Mintzberg menjelaskan bahwa pemimpin puncak memiliki peran utama sebagai strategic leader, yaitu menetapkan arah organisasi, mengambil keputusan penting, mengalokasikan sumber daya, membangun jaringan kerja sama, dan memastikan seluruh perangkat organisasi bekerja efektif mencapai tujuan.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Peter Drucker, bahwa efektivitas seorang pemimpin diukur bukan dari banyaknya pekerjaan teknis yang ia kerjakan sendiri, tetapi dari kemampuannya menghasilkan keputusan strategis yang menciptakan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Karena itu, rakyat sesungguhnya lebih membutuhkan Wali Kota yang setiap hari memikirkan bagaimana menciptakan lapangan kerja baru, menarik investasi, harga hasil pertanian, peternakan dan perikanan naik, meningkatkan pendapatan masyarakat, menekan harga kebutuhan pokok, memperbaiki jalan dan jembatan, menyediakan air bersih, meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan, mempermudah perizinan usaha, serta memastikan APBD benar-benar memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.

Kota-kota dan daerah-daerah yang maju tidak dibangun karena pemimpinnya paling rajin menyapu jalan, tetapi karena pemimpinnya mampu menyusun visi yang jelas, membuat kebijakan yang tepat, memilih prioritas pembangunan yang benar, dan memastikan seluruh birokrasi bekerja secara profesional.

Pemimpin hebat bukanlah orang yang mengerjakan semua pekerjaan sendiri, melainkan orang yang punya gagasan sehingga menginspirasi rakyat dan mampu membangun sistem sampai setiap pegawai melaksanakan tugasnya secara optimal sesuai fungsi masing-masing.

 

Bang YD berharap kegiatan gotong royong tetap dilaksanakan sebagai upaya membangun budaya bersih dan kepedulian sosial. Namun, energi, waktu, dan perhatian terbesar seorang Wali Kota hendaknya difokuskan pada pekerjaan-pekerjaan strategis yang berdampak besar pada kesejahteraan rakyat, yang hanya bisa dilakukan oleh seorang kepala daerah.

Karena keberhasilan seorang pemimpin bukan dari seberapa sering ia memegang sapu, tetapi dari seberapa banyak lapangan kerja yang bisa iaciptakan, seberapa baik ekonomi rakyat bertumbuh, seberapa mudah masyarakat memperoleh pendidikan, kesehatan, air bersih, infrastruktur yang layak, dan seberapa tinggi kesejahteraan yang berhasil diwujudkan selama masa kepemimpinannya.(Tim)

Share :

Baca Juga

Cirebon

Pemkot Cirebon Optimistis Tekan Angka Stunting Secara Berkelanjutan Berbasis Intervensi Tepat Sasaran

Daerah

Bupati Humbahas hadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Penyelenggaraan Pemerintah Daerah secara Virtual

Cirebon

Polresta Cirebon Gelar Ngopi Aspirasi Bersama Berbagai Unsur Masyarakat Beber

Daerah

Optimalkan Pengamanan Lebaran, Kapolres Humbahas Bersama Bupati Humbahas Kunjungi Pos Pam dan Pos Yan

Daerah

Pasca Cuti, Wali Kota Gunungsitoli Laksanakan Apel Pagi

Daerah

Putri Remaja Sumut 2025, Mohon Doa Restu Bupati Humbahas

Cirebon

Polresta Cirebon Gelar Patroli Sahur, Cegah Gangguan Kamtibmas dan Ajak Segera Sahur

Daerah

Indramayu Perang Melawan Premanisme: Satgas Resmi Dikerahkan