IDN Hari Ini, Indramayu – Pemerintah Kabupaten Indramayu terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak dalam upaya mendorong pembangunan daerah. Pada Senin (24/3), Bupati Indramayu Lucky Hakim mendampingi Wakil Ketua DPR RI, Dr. H. Saan Mustofa, dalam kunjungan silaturahmi ke Yayasan Al-Hidayah Karanganyar, Pondok Pesantren Hidayatuttholibin, yang diasuh oleh KH. Juhadi Muhammad.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Indramayu mengungkapkan rasa terhormat atas kehadiran Wakil Ketua DPR RI di Indramayu. Ia menegaskan komitmennya untuk terus berupaya maksimal dalam membangun daerah, termasuk berkoordinasi dengan anggota dewan provinsi seperti Rahmat, Ketua NasDem Jawa Barat.
“Ini merupakan momen yang luar biasa, mengingat ekspektasi masyarakat terhadap kepemimpinan kami sangat tinggi. Saya terus menerima aspirasi dari berbagai pihak, mencocokkan data, dan memastikan setiap masukan dapat ditindaklanjuti agar pembangunan di Indramayu berjalan optimal,” ujar Bupati Lucky.
Ia menyoroti potensi besar Indramayu sebagai daerah dengan tanah yang subur, namun tetap memerlukan pembenahan di berbagai sektor. Oleh karena itu, ia meminta waktu untuk memperbaiki struktur yang ada serta dukungan dari pemerintah pusat dan provinsi agar pengelolaan anggaran lebih optimal demi kemajuan Indramayu.
“Saya juga memohon masukan dari para kiai. Jika ada saran, silakan disampaikan agar kita bisa bersama-sama membangun Indramayu yang lebih baik,” tambahnya.
Sementara itu, KH. Juhadi Muhammad mengapresiasi langkah-langkah yang telah diambil oleh pemerintah daerah dalam membangun Indramayu. Ia menekankan pentingnya perhatian terhadap sektor pendidikan, khususnya pondok pesantren, yang memiliki peran besar dalam membangun moral dan karakter generasi muda.
“Kami berharap pemerintah terus memberikan perhatian kepada pesantren, karena selain membangun ekonomi dan infrastruktur, pembangunan spiritual juga sangat penting untuk menciptakan generasi yang religius dan berakhlak,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPR RI Dr. H. Saan Mustofa menegaskan bahwa pesantren memiliki sejarah panjang dalam perjalanan bangsa. Ia menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan lembaga pendidikan keagamaan guna menciptakan sistem pendidikan yang lebih baik.
“Di era digital saat ini, semua orang dapat mengakses informasi dengan mudah. Oleh karena itu, salah satu cara terbaik untuk mencegah dampak negatifnya adalah dengan meningkatkan karakter dan kepribadian anak-anak, yaitu dengan menanamkan akhlak yang terpuji,” katanya.
Sebagai bentuk penghormatan terhadap pesantren, ia menegaskan bahwa semua komponen bangsa harus menjaga hubungan baik dengan lembaga pendidikan keagamaan ini. Menurutnya, kolaborasi dan kerja sama antara pesantren dan pemerintah daerah sangatlah penting.
“Kontribusi terbesar dalam pembentukan karakter bangsa berasal dari para kiai dan pondok pesantren. Kita harus terus menjaga dan mengingat jasa pesantren agar tidak terlupakan,” tegasnya.
Kunjungan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam mendukung eksistensi pesantren serta memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan keagamaan dan pemerintah daerah demi menciptakan generasi yang unggul secara moral dan intelektual. (Saudi)










