IDN Hari Ini, Nias -Ketua Forum Aliansi Rakyat Peduli Keadilan Nasional (FARPKeN), Edward Lahagu, mempertanyakan transparansi penjualan bahan bakar minyak (BBM) subsidi di wilayah Gunungsitoli dan sekitarnya. (28/03/2025)
Dugaan keterlibatan mafia BBM semakin menguat setelah Sales Branch Manager (SBM) Pertamina Sibolga, Hanif Rajasa, terkesan menghindari konfirmasi terkait distribusi BBM yang diduga dimanfaatkan oleh oknum tertentu.
Saat dikonfirmasi awak media mengenai penjualan BBM subsidi, Hanif Rajasa merespons dengan pernyataan yang dianggap kurang kooperatif. “Silakan segala bukti langsung dikirim ke Polres atau kepada kami jika memang ada.
Jika benar-benar peduli kepada masyarakat, harusnya fokus kepada sanksi lembaga yang tidak sesuai dengan menunjukkan bukti,” ujarnya melalui pesan singkat WhatsApp sekitar pukul 16.54 WIB. Namun, setelah mengirimkan pesan tersebut, ia langsung memblokir kontak awak media, menimbulkan kecurigaan lebih lanjut.
Edward Lahagu pun angkat bicara menanggapi sikap tertutup pihak SBM Pertamina. “Saya heran kenapa pihak SBM seolah menutupi persoalan ini. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa ada kerja sama antara oknum Pertamina dengan mafia BBM di wilayah ini,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait belum memberikan klarifikasi resmi. Awak media akan terus menggali informasi lebih dalam terkait dugaan praktik ilegal ini guna memastikan kejelasan distribusi BBM subsidi di wilayah Gunungsitoli dan sekitarnya. (SG)









