Home / Daerah / Metropolitan / Nasional / Nias / Pendidikan / Regional / Sumut

Sabtu, 20 Juni 2026 - 12:28 WIB

Yusman Dawolo: Kalau Mentri Datang” Tunjukan Di Mana Sekolah yang Rusak, Jangan Sembunyikan masalah Di Dunia Pendidikan di pulau Nias

IDN Hari Ini, Nias- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., Berkunjung Di Pulau Nias disambut antusias berbagai kalangan.

Bagi tokoh masyarakat dan pengusaha asal Nias, Dr. H.C. Yusman Dawolo, M.Kom.I., kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan kesempatan langka untuk memperjuangkan masa depan pendidikan di Kepulauan Nias.

Pria yang akrab disapa Bang YD mengingatkan para kepala daerah agar tidak terjebak pada pola lama, yaitu menampilkan yang indah-indah saat pejabat pusat datang berkunjung.

Menurutnya, jika pemerintah daerah sungguh ingin memperoleh perhatian dan dukungan dari pemerintah pusat, maka Menteri Pendidikan harus diajak melihat langsung persoalan yang sesungguhnya di lapangan.

“Kalau menteri datang ke Nias, jangan hanya dibawa ke sekolah yang bagus, gedung yang baru dicat, atau tempat yang sudah tertata. Bawa beliau ke sekolah yang hampir ambruk, dindingnya retak, plafonnya rusak, dan fasilitasnya jauh dari layak. Di situlah kenyataan yang harus diketahui,” ujar Bang YD dalam siaran langsung melalui akun Facebook pribadinya.Jumat(19/6/2026).

Ia menilai, banyak kunjungan pejabat negara kehilangan substansi karena lebih banyak diisi seremoni dan pencitraan daripada memperlihatkan kebutuhan riil masyarakat.

Akibatnya, para pengambil kebijakan di tingkat pusat pulang tanpa membawa gambaran utuh tentang persoalan yang dihadapi daerah.

“Kalau yang diperlihatkan hanya yang baik-baik, lalu apa yang mau diperbaiki? Justru yang harus dilihat adalah masalahnya, supaya ada solusi, ada kebijakan, dan ada anggaran yang turun,” katanya.

Pengalaman yang Mengubah Kebijakan

Bang YD kemudian mengisahkan pengalamannya saat bertugas sebagai tenaga pendidik di Pulau Seram, Maluku, pada tahun 2010.

Ketika itu, ia mengundang bupati setempat untuk menghadiri panen raya di wilayah pedalaman yang berjarak sekitar 50 kilometer dari pusat kota.

Perjalanan menuju lokasi harus melewati jalan tanah berlumpur, tanpa jembatan, bahkan beberapa kali kendaraan yang ditumpangi terjebak di kubangan berlumpur. yang ditumpangi terjebak di kubangan berlumpur.

“Mobil yang ditumpangi bupati berkali-kali terbenam di lumpur. Jalannya seperti kubangan kerbau. Tapi justru karena beliau melihat langsung kondisi masyarakat di sana, sepulang dari kunjungan itu pemerintah langsung membangun jalan dan jembatan yang selama ini menjadi kebutuhan warga,” kenangnya.

Dari pengalaman tersebut, Bang YD meyakini bahwa kebijakan yang tepat sering kali lahir dari keberanian memperlihatkan kenyataan, bukan menyembunyikannya.

Karena itu, ia berharap selama berada di Nias, Mendikdasmen tidak hanya mengunjungi sekolah-sekolah yang representatif, tetapi juga menyambangi daerah-daerah terpencil yang masih menghadapi berbagai keterbatasan.

Ia mencontohkan sejumlah wilayah kepulauan dan pelosok yang hingga kini masih menghadapi persoalan akses pendidikan. Di beberapa tempat, anak-anak harus berjalan berkilometer setiap hari untuk mencapai sekolah dengan kondisi bangunan yang memprihatinkan.

Tiga Persoalan yang Harus Didengar Menteri

Selain persoalan infrastruktur sekolah, Bang YD menilai ada tiga isu besar yang harus disampaikan secara terbuka kepada Mendikdasmen.

Pertama, rendahnya kesejahteraan guru. Menurutnya, masih banyak guru yang menerima penghasilan jauh di bawah standar kelayakan. Bahkan ada yang hanya memperoleh ratusan ribu rupiah per bulan dan pembayaran gajinya sering terlambat berbulan-bulan.

“Sampaikan apa adanya kepada Pak Menteri. Jangan ditutupi. Banyak guru yang mengabdi dengan luar biasa, tetapi penghasilannya sangat minim. Negara harus mengetahui kondisi ini,” ujarnya.

Kedua, perlunya program beasiswa yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga petani dan nelayan. Bang YD menyoroti masih banyak siswa yang terpaksa menghentikan pendidikan karena keterbatasan ekonomi. Padahal, menurutnya, kemiskinan tidak boleh menjadi alasan seorang anak kehilangan masa depan.

“Masih banyak anak-anak cerdas yang tidak bisa melanjutkan sekolah karena orang tuanya tidak mampu. Mereka membutuhkan kehadiran negara melalui program beasiswa yang tepat sasaran,” katanya.

Ketiga, kebutuhan mendesak akan Universitas Negeri di Pulau Nias. Meski kunjungan Mendikdasmen lebih berfokus pada pendidikan dasar dan menengah, Bang YD menilai aspirasi mengenai pendidikan tinggi tetap penting untuk disampaikan.

Menurutnya, keberadaan universitas negeri akan membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi generasi muda Nias sekaligus mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.

“Kalau kita ingin Nias maju, maka investasi terbesar yang harus dilakukan adalah investasi pada manusia. SDM yang unggul lahir dari pendidikan yang berkualitas dan akses pendidikan yang Tidak Boleh Terlewatkan

Di akhir siarannya, Bang YD berharap seluruh pihak yang terlibat dalam penyusunan agenda kunjungan menteri berani keluar dari pola seremonial dan membawa tamu negara tersebut melihat langsung wajah pendidikan yang sesungguhnya di Kepulauan Nias.

Baginya, kunjungan seorang menteri akan jauh lebih bermakna apabila menghasilkan kebijakan nyata dibanding sekadar meninggalkan dokumentasi dan seremoni.

“Kesempatan seperti ini tidak datang setiap hari. Kalau kita ingin Nias mendapat perhatian yang lebih besar, tunjukkan kondisi yang sebenarnya. Jangan hanya memperlihatkan yang indah-indah. Perlihatkan apa yang perlu diperjuangkan,” ujarnya Bang YD, “dengan tegas, (Tim-red)

Share :

Baca Juga

Daerah

Pelaksanaan Harmonisasi Ranperda Tentang RPJMD Kabupaten Humbang Hasundutan Tahun 2025–2029

Banten

Ahmad Zaki Iskandar Eks Bupati Tangerang, Tegaskan Pagar Bambu Pesisir Sudah Ada Sebelum Proyek PIK 2

Daerah

Bupati Humbahas Sampaikan Nota Pengantar P-APBD 2025

Banten

Mediasi Tiga Perkara Perdata di PN Tangerang: Pesan Bijak Ketua Pengadilan Jadi Sorotan

Daerah

Kabupaten Humbang Hasundutan Terima Penghargaan Opini WTP 8 Kali Berturut-turut dari BPK

Daerah

Manajemen RSUD dr. Thomsen Nias, Sampaikan Penjelasan Terkait Pelayanan dan Anggaran Operasional

Cirebon

Satresnarkoba Polresta Cirebon Razia Miras, 130 Botol Disita dari Tiga Lokasi

Cirebon

Polresta Cirebon Gelar Festival Seni Kreasi Tradisional Tingkat SMP