Home / Daerah / Ekonomi / Metropolitan / Nasional / Nias / Regional / Sumut

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:42 WIB

Beras Ditahan, Bulog Tertutup Saat Dikonfirmasi, Ketua FARPKEN Angkat Bicara

IDN Hari Ini, Nias – Sikap tertutup pihak Bulog Gunungsitoli saat dikonfirmasi awak media terkait dugaan persoalan penyaluran beras di Kabupaten Nias Selatan menuai sorotan dari berbagai pihak.

Ketua Forum Aliansi Rakyat Peduli Kepulauan Nias (FARPKEN), Edward Lahagu, turut angkat bicara terkait pelayanan informasi publik yang dinilai tidak transparan. Sabtu (23/05/2026).

Peristiwa ini berawal ketika awak media mencoba menghubungi salah satu pihak Bulog Gunungsitoli melalui pesan WhatsApp beberapa minggu lalu guna meminta klarifikasi terkait beras Bulog yang dikabarkan telah ditahan pihak kepolisian di wilayah Kabupaten Nias Selatan.

Namun, konfirmasi tersebut terkesan ditutup-tutupi. Pemilik nomor ponsel 0821-6428-XXXX bahkan dikabarkan keberatan nomor pribadinya diperoleh wartawan, padahal yang bersangkutan disebut-sebut sebagai salah satu manajer pelayanan yang sedang bertugas di lingkungan Bulog Gunungsitoli.

Saat dikonfirmasi, yang bersangkutan membantah dirinya merupakan pimpinan Cabang Bulog Gunungsitoli, namun tidak menjelaskan identitas maupun jabatannya secara terbuka kepada awak media.

“Izin Pak, mungkin suratnya ke Pak Pinca ya Pak🙏 baik Pak, kalau untuk bertemu saya konfirmasi ke pimpinan kami terlebih dahulu ya,” jawabnya melalui pesan WhatsApp.

Awak media kemudian kembali mempertanyakan perkembangan kasus beras Bulog yang ditahan pihak kepolisian serta mekanisme pengawasan penyaluran beras tersebut hingga diduga dapat diperjualbelikan.

“Izin pak kami konfirmasi terkait beras Bulog yang disalurkan di Kabupaten Nias Selatan yang sudah ditahan pihak kepolisian. Izin pak sejauh mana perkembangan dan bagaimana pengawasan pihak Bulog terhadap penyaluran beras sehingga bisa lolos untuk dijual? Izin penjelasan pak🙏,” tanya awak media.

Namun jawaban yang diberikan kembali dinilai tidak menjawab substansi pertanyaan.

“Izin Pak, kebetulan kemarin Pak Idris yang mendampingi Pak Pinca ke Polres Nisel,” pungkasnya.

Sikap tersebut dinilai mengelak untuk memberikan informasi kepada publik, padahal yang bersangkutan disebut berada pada bagian pelayanan yang dianggap memahami persoalan tersebut.

Menanggapi hal itu, Ketua Forum Aliansi Rakyat Peduli Kepulauan Nias (FARPKEN), Edward Lahagu, menyampaikan kritik keras terhadap pelayanan Bulog Gunungsitoli yang dinilai tidak transparan.

“Saya melihat pelayanan Bulog Gunungsitoli ini diduga kuat tidak transparan dan terkesan menutup diri. Padahal beberapa hari yang lalu saya bertemu dengan pimpinan yang baru dan beliau mengatakan akan menegur dan membina anggotanya agar pelayanan tersebut dapat terlaksana dengan baik.

Namun yang kita lihat justru tidak ada perubahan sama sekali,” tuturnya kepada awak media usai memberikan laporan di Polres Nias.

Edward juga berharap agar pihak Bulog lebih terbuka kepada masyarakat dan media dalam memberikan informasi, terlebih menyangkut distribusi bantuan pangan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan rakyat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak yang bersangkutan belum juga memberitahukan identitas maupun jabatannya secara jelas kepada awak media, meskipun telah ditanyakan secara langsung. (SG)

Share :

Baca Juga

DKI

Hasil Sidang Istbat: Awal Ramadan 1445 H Ditetapkan pada 12 Maret 2024, Menteri Agama Mendorong Persatuan Umat

Cirebon

Patroli kewilayahan Polres Cirebon Kota gencarkan KRYD Antisipasi Gangguan Keamanan

Daerah

SOP Kalapas Gunungsitoli, Diduga Cederai Hak Lawyer Jumpa Klien

Daerah

MIO Indonesia Dukung Aksi Damai AMAN Dompu Perangi Narkoba

Daerah

Bupati Humbang Hasundutan Tekankan Disiplin, Integritas, dan Peningkatan Kinerja ASN di Apel Gabungan Tahun Baru 2026

Daerah

Pelayanan Publik Samosir Capai Zona Hijau Bupati Samosir Terima Penghargaan Dari Ombudsman RI

Banten

Pelanggan Pasar Anyar Tetap Bisa Berbelanja dengan Nyaman di Tempat Relokasi

Cirebon

Kapolresta Cirebon Perkuat Sinergitas Kamtibmas melalui Silaturahmi ke Pondok Pesantren