Wonosobo, IDN Hari Ini — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Wonosobo, sejak Jumat lalu menyebabkan sejumlah kerusakan infrastruktur.
Salah satu yang terparah terjadi di Dusun Perumasan, Desa Kalibening, Kecamatan Sukoharjo, di mana ruas jalan utama mengalami amblas hingga nyaris tidak dapat dilintasi kendaraan.
Kondisi tersebut kini mengancam mobilitas ratusan kepala keluarga (KK) yang bergantung pada jalur tersebut untuk beraktivitas sehari-hari.
Kepala Desa Kalibening, Mugiyono, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, amblasnya jalan disebabkan oleh kombinasi curah hujan tinggi dan kondisi tanah yang curam di wilayah tersebut.
“Memang benar, curah hujan beberapa hari ini sangat tinggi. Ditambah dengan kultur tanah yang curam, akhirnya mengakibatkan jalan amblas,” ujar Mugiyono, Selasa (29/10/2025).
Istilah “kultur tanah” yang disebutkan Kades Mugiyono merujuk pada karakteristik atau sifat alamiah tanah di kawasan Kalibening.
Wilayah ini dikenal memiliki topografi bergelombang dengan kemiringan lereng curam, yang membuatnya rentan terhadap pergerakan tanah ketika jenuh air akibat hujan berkepanjangan.
Dari pantauan di lapangan, ruas jalan yang amblas mencapai panjang sekitar 40 meter, dengan permukaan aspal turun ke arah jurang cukup dalam. Kondisi ini menyebabkan kendaraan roda dua maupun roda empat sulit melintas, bahkan berpotensi memutus akses warga antar dusun.
Pemerintah desa bersama warga setempat kini berupaya melakukan langkah darurat dengan menimbun bagian jalan yang rusak agar sementara dapat dilalui, sambil menunggu bantuan penanganan lebih lanjut dari pemerintah daerah.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di wilayah dengan kontur tanah rawan longsor, terutama menjelang puncak musim hujan di akhir tahun. (Sugito)










