Home / Daerah / Hukum / Humbang Hasundutan / Metropolitan / Nasional / Nias / Regional / Sumut

Sabtu, 18 April 2026 - 09:43 WIB

Lapor Pak Kejagung” Kejari Gunungsitoli Diduga Kotak-kotakan Wartawan

IDN Hari Ini, Nias- Dugaan praktik tebang pilih dalam pemberian akses informasi mencuat di tubuh Kejaksaan Negeri Gunungsitoli.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) disebut tidak konsisten dan terkesan “mengkotak-kotakkan” wartawan dalam memperoleh informasi terkait penanganan perkara.

Sorotan ini disampaikan Sekretaris Forum Aliansi Rakyat Peduli Kepulauan Nias (FARPKeN), Helpin Zebua, Sabtu (18/04/2026).

Menurut Helpin, pihaknya telah melayangkan surat resmi kepada Kejari Gunungsitoli guna meminta keterbukaan informasi atas sejumlah kasus yang tengah ditangani.

Namun hingga kini, surat tersebut belum mendapat balasan, meski telah disampaikan jauh sebelum adanya pertemuan informal antara Kajari dan sejumlah jurnalis.

“Yang jadi pertanyaan, kenapa surat resmi yang kami layangkan justru diabaikan, sementara informasi bisa disampaikan dalam forum santai di kafe kepada pihak tertentu?” tegas Helpin.

Ia menilai kondisi ini menimbulkan kesan kuat adanya perlakuan berbeda terhadap insan pers, bahkan berpotensi memecah hubungan antara jurnalis dan aktivis di daerah.

Lebih jauh, Helpin menyinggung inkonsistensi sikap Kajari. Dalam audiensi pada Januari lalu, Kajari disebut menyatakan enggan melakukan pertemuan di luar kantor, termasuk sekadar pertemuan informal. Namun fakta yang terjadi justru sebaliknya.

“Pernyataan itu berbanding terbalik dengan kenyataan di lapangan. Ini bukan sekadar soal komunikasi, tapi menyangkut komitmen terhadap transparansi dan integritas,” ujarnya.

FARPKeN menilai pola komunikasi seperti ini berpotensi menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat, khususnya terkait keterbukaan dalam penanganan perkara hukum.

Atas dasar itu, FARPKeN mendesak Kejari Gunungsitoli untuk memberikan klarifikasi terbuka sekaligus memastikan tidak adanya diskriminasi dalam pemberian informasi publik.

“Jika dibiarkan, ini bisa mencederai prinsip keterbukaan informasi dan menimbulkan ketidakpercayaan publik terhadap institusi penegak hukum,” tutup Helpin.(T-Red)

Share :

Baca Juga

Daerah

Pelantikan DPP-PPDI Di Pekan Baru, “Ketua Umum DPP-PPDI Feri Sibarani Himbau Pemerintah Dan DPR Perduli Nasib Ribuan Wartawan”

Nias

Sungguh Miris”Oknum Petugas KSOP Pelabuhan Gunungsitoli, Halangi Wartawan, Demi Melindungi Truk Tangki Pertamina Diduga Bermuatan 16 Ton Solar Oplosan Untuk Perusahaan AMP di Nias Barat

Daerah

Rutan Humbahas Melakukan Razia Insidentil, Guna Mencegah Peredaran Barang Terlarang

Cirebon

Polresta Cirebon Sita 204 Botol Miras Hasil Razia Pekat

Daerah

Surat Tanggapan Somasi PT. Super Air Jet Tidak Sesuai Fakta, Orang Tua Insiden Bayi Meninggal dan Kuasa Hukum Bantah Pernyataan Maskapai

Cirebon

Polresta Cirebon Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446H/ 2024 M

Daerah

Meriahkan Perayaan HUT Kabupaten Samosir Ke-20, Bupati Lepas Pawai Karnaval

Daerah

Tokoh Agama Mengikuti Doa Bersama Lintas Agama Dalam Rangka Peringatan Ke-78 Hari Bhayangkara Tahun 2024