Home / Banyumas / Budaya / Daerah / Jateng / Metropolitan / Nasional / Ragam / Regional

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:22 WIB

LESBUMI PCNU Banyumas Angkat Kembali Wacana DOB JASELA dalam Sosialisasi dan Sarasehan Budaya

IDN Hari Ini, Banyumas- Nahdlatul Ulama melalui LESBUMI PCNU Banyumas menggelar kegiatan Sosialisasi dan Sarasehan Budaya dengan mengangkat isu Daerah Otonom Baru (DOB) Jawa Selatan atau JASELA/Banyumas Raya. 

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula PCNU Kabupaten Banyumas dan dihadiri para pegiat budaya, pelaku ekonomi kreatif (Ekraf), pengurus LESBUMI MWC NU se-Kabupaten Banyumas, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, pengurus PCNU Banyumas yang diwakili Muhaimin, S.Ag., menegaskan bahwa bahasa dan budaya memiliki peran penting sebagai kekuatan pemersatu dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat Jawa Bagian Selatan.

“Bahasa dan budaya merupakan kekuatan yang mampu menyatukan kesadaran bersama untuk membangun wilayah Jawa Bagian Selatan (JASELA),” ujarnya.

Ketua LESBUMI PCNU Banyumas, Bambang Wadoro, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir. 

Ia menilai Bahasa Penginyongan sebagai bagian dari Bahasa Jawa Kuna merupakan identitas budaya yang harus terus dijaga dan dilestarikan di tengah derasnya pengaruh budaya luar.

“Bahasa Penginyongan adalah jatidiri bangsa yang masih bertahan hingga saat ini dan wajib kita pertahankan,” katanya.

Sementara itu, Anggota DPD RI, Abdul Kholik dalam pemaparannya menyoroti sejarah panjang ketimpangan pembangunan di wilayah selatan Pulau Jawa. 

Ia menjelaskan bahwa sejak berakhirnya Perang Diponegoro tahun 1830, wilayah selatan Jawa dijadikan kawasan produksi komoditas ekspor pada masa kolonial Belanda melalui sistem Cultuurstelsel.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur saat itu lebih diarahkan untuk kepentingan distribusi hasil bumi menuju pelabuhan di wilayah utara Jawa, sehingga kawasan selatan hanya menjadi “koridor ekstraksi” tanpa mendapatkan nilai tambah ekonomi secara optimal.

“Hingga kini pola pikir pembangunan itu masih terasa. Jalur selatan sebenarnya memiliki posisi strategis yang menghubungkan Bandung dan Yogyakarta, namun potensi daerahnya belum sepenuhnya terintegrasi dalam ekosistem ekonomi kreatif,” jelasnya.

Ia menambahkan, kawasan Banyumas dan sekitarnya memiliki potensi besar mulai dari kopi spesialti, kekayaan kuliner lokal, hingga budaya ngapak yang khas dan egaliter. 

Namun potensi tersebut dinilai masih berjalan secara parsial tanpa narasi pembangunan kawasan yang terpadu.

Dalam forum tersebut juga kembali mencuat pembahasan mengenai pembentukan DOB “JASELA/Banyumas Raya” yang beberapa tahun lalu sempat menjadi isu hangat di tengah masyarakat Jawa Tengah bagian selatan.

Istilah “Wong Penginyongan” disebut semakin dikenal luas sebagai identitas masyarakat kawasan MASBARLINGCAKEB (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen) beserta wilayah sekitarnya.

Jika terbentuk, Provinsi Banyumas Daerah Istimewa atau JASELA/Banyumas Raya disebut akan mencakup 13 kabupaten, yakni Banyumas, Purworejo, Kebumen, Banjarnegara, Purbalingga, Cilacap, Brebes, Wonosobo, Temanggung, serta sejumlah wilayah pemekaran seperti Banyumas Barat, Banyumas Timur, Majenang, dan Bumiayu.

Wilayah tersebut diperkirakan memiliki luas sekitar 7.071,22 kilometer persegi dengan jumlah penduduk mencapai lebih dari 10 juta jiwa.

Purwokerto dinilai berpotensi menjadi ibu kota provinsi apabila DOB tersebut terealisasi. Selain memiliki infrastruktur yang cukup lengkap seperti perguruan tinggi, rumah sakit, pusat perdagangan, dan fasilitas publik lainnya, Purwokerto juga memiliki nilai historis sebagai pusat administratif eks Bakorwil Banyumas pada masa lalu.

Acara sosialisasi dan sarasehan budaya tersebut dipandu oleh Yanwi Mudrikah, M.Pd., dan berlangsung lancar hingga selesai.(Sugito)

Share :

Baca Juga

Daerah

DPRD Humbahas Setujui Ranperda P-APBD 2025 Menjadi Perda

Daerah

Wabub Humbahas Buka Kegiatan Publikasi Data Stunting dan Evaluasi Intervensi Spesifik Stunting di Kab. Humbahas

Daerah

Pemkab Samosir Gelar Musrenbang RKPD 2025 Tingkat Kecamatan

Daerah

Bupati Samosir Melantik Marudut Sitinjak Sebagai Sekda Kabupaten Ssmosir

Cirebon

Polresta Cirebon Amankan Kampanye Capres Ganjar Pranowo di UMC

Daerah

Pemkab Humbahas Ikuti Monitoring Aplikasi Berbasis Informasi dan Teknologi IT, Pada Pengelolaan Dana Desa/Kelurahan yang Dilaksanakan Kejari Humbahas

Daerah

Dugaan Pungli pada Program PTSL, Satgas Saber Pungli Indramayu Tindak Lanjuti Laporan Masyarakat

Daerah

Bupati Humbahas Hadiri Perayaan Paskah dan Pesta Pelindung Gereja Paroki ST Fidelis Doloksanggul