Home / Daerah / Ekonomi / Indramayu / Jabar / Metropolitan / Nasional / Regional

Rabu, 14 Mei 2025 - 19:02 WIB

Pemprov Jabar Tebar Satu Juta Benih Rajungan di Indramayu, Wujud Nyata Komitmen Kelola Laut Berkelanjutan

IDN Hari Ini, Indramayu – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menunjukkan komitmennya dalam menjaga ekosistem laut dan menjamin keberlanjutan komoditas rajungan dengan menebar satu juta benih rajungan (juvenil) di perairan Baro, Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Kamis (14/5/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program restocking yang digagas Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Barat bekerja sama dengan Perhimpunan Kelompok Nelayan Rajungan (PKNR) Kabupaten Indramayu.

Penebaran benih ini menjadi implementasi dari Rencana Pengelolaan Perikanan Rajungan Berkelanjutan Pantai Utara Jawa Barat Tahun 2022–2027, yang telah ditetapkan melalui Peraturan Asisten Daerah Perekonomian dan Pembangunan Jabar Nomor 33 Tahun 2022. Program tersebut dikelola oleh Tim Pengelola Perikanan Rajungan Berkelanjutan (TPPRB) Jawa Barat.

Asisten Daerah Perekonomian dan Pembangunan Jabar, H. Sumasna, S.T., M.U.M., menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk nyata konservasi berbasis ekologi dan komunitas.

“Hari ini kita menanam harapan. Laut bukan warisan nenek moyang, melainkan pinjaman dari anak cucu. Rajungan adalah komoditas strategis, tapi bila tidak dikelola bijak, hanya akan menyisakan cerita,” ujar Sumasna.

Ia juga menyampaikan sejumlah arahan strategis, seperti pembatasan penangkapan rajungan bertelur dan kecil, penggunaan alat tangkap ramah lingkungan, digitalisasi data perikanan, hingga penguatan peran perempuan dan pemuda pesisir.

Plt. Kepala DKP Jabar, Irfan Hadisiswanto, S.Pi., M.M., mengungkapkan bahwa rajungan merupakan komoditas unggulan dengan nilai ekspor tinggi.

“Pada 2018, ekspor rajungan nasional mencapai USD 340 juta, menjadikannya komoditas ketiga terbesar setelah udang dan tuna. Sekitar 80 persen rajungan diekspor ke Amerika Serikat,” jelas Irfan.

Benih rajungan yang ditebar berasal dari PKNR Kabupaten Indramayu sebagai bentuk kontribusi masyarakat pesisir. Kegiatan ini juga didukung 19 Unit Pengolahan Ikan (UPI) skala menengah dan besar melalui program CSR, termasuk PT. Andira Internusa Gemilang, PT. Agro Boga Utama, PT. Brata Adi Laksana, serta Starling Resources sebagai mitra konservasi.

“Pelaku usaha kini bukan hanya penyerap hasil laut, tetapi juga mitra konservasi. Ini langkah maju menuju kelautan yang berdaulat, berkelanjutan, dan mensejahterakan,” tambah Irfan.

Sebagai bagian dari program berkelanjutan, restocking berikutnya dijadwalkan berlangsung pada Juli 2025 di wilayah Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, dalam rangka memperluas cakupan konservasi dan pemberdayaan masyarakat pesisir Jawa Barat. (Saudi)

Share :

Baca Juga

Daerah

Dari 912 Guru Honorer Kabupaten Humbahas, Baru 37 Lolos Sertifikasi

Daerah

Rekonstruksi Jalan Pecuk–Waledan Dimulai, Warga Cantigi Indramayu Sambut Gembira

Nasional

Soal Rencana KPU Rubah Dapil Tulungagung, Nasdem: “Hal Itu Biasa Saja”

Daerah

Ketua KPAI Serahkan Penghargaan Kepada Pemkab Samosir

Daerah

Pemerintah Desa Tanggunggunung Gelar Pembinaan Perangkat Desa, PBH Tahun 2022

Daerah

Masjid & Wisata Barokah Jaya Diresmikan, Destinasi Religi Baru di Indramayu

Daerah

Bupati Humbahas Mengukuhkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka

Cirebon

Respon Cepat Polsek Depok Amankan Juru Parkir Liar di Minimarket yang Mengganggu Ketertiban Umum