IDN Hari Ini, Cirebon –Polresta Cirebon kembali memperkuat sinergi dengan kalangan muda melalui program unggulan Police Goes To School, yang kali ini menyasar para santri dan santriwati dari dua pondok pesantren ternama di Kabupaten Cirebon, yakni Ponpes Gedongan dan Ponpes Al Khiyaroh Buntet. (9/05/2025)
Kegiatan ini berlangsung penuh semangat dan antusias, dengan tujuan memberikan pembinaan, penyuluhan, serta motivasi agar para santri siap menjadi generasi religius yang juga tangguh dalam menghadapi tantangan zaman.
Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, S.I.K., S.H., M.H., hadir langsung dan memberikan pembekalan kepada para santri. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya peran strategis santri dalam menyongsong masa depan bangsa.
“Saya datang jauh-jauh ke sini karena saya yakin para santri adalah fondasi masa depan bangsa. Tantangan ke depan sangat berat, mulai dari skala lokal, regional, hingga global,” ujar Kombes Sumarni.
Ia menyoroti berbagai isu global seperti perang, krisis pangan, perubahan iklim, dan ketidakpastian ekonomi yang berdampak langsung pada Indonesia. Dalam situasi ini, generasi muda dituntut untuk tanggap, siap, dan adaptif.
“Kalian hidup di masa bonus demografi. Ini bisa menjadi kekuatan luar biasa jika dimanfaatkan, tapi bisa menjadi bencana jika tidak disiapkan,” tambahnya.
Kapolresta juga mengingatkan bahaya di balik kemajuan teknologi informasi seperti konten negatif, radikalisme digital, hoaks, dan kejahatan siber. Ia mendorong santri untuk menjadi pengguna aktif dan produktif teknologi demi kemajuan.
“Santri harus punya filter kuat. Gunakan teknologi untuk belajar, berdakwah, dan berinovasi. Jangan jadi korban dari kemajuan itu sendiri,” tegasnya.
Selain itu, santri juga diingatkan akan bahaya narkotika, TPPO, dan penyelundupan lintas negara. Ia mengajak para santri menjadi bagian dari solusi dengan menjauhi narkoba dan menjaga integritas moral.
Tak hanya edukasi moral, Kombes Sumarni juga memberikan pelatihan ekonomi kreatif berupa Barista Coffee Class kepada para santri dan santriwati. Pelatihan ini bertujuan membekali keterampilan wirausaha dan mendorong kemandirian ekonomi.
“Santri harus siap mandiri dan kreatif. Santriwati pun harus jadi perempuan yang kuat, mandiri, dan menjaga kehormatan,” pesannya.
Antusiasme para santri terlihat saat mereka mencoba menyajikan minuman kopi hasil racikan sendiri. Hasilnya pun tak kalah dengan produk kopi dari merek ternama.
Kegiatan ini juga dilakukan serentak di 27 Polsek jajaran Polresta Cirebon sebagai bentuk konsistensi pendekatan persuasif Polri kepada generasi muda, terutama di lingkungan pendidikan keagamaan.
“Semoga apa yang kami sampaikan hari ini bisa menjadi bekal dan inspirasi bagi para santri untuk menatap masa depan dengan penuh semangat, tanggung jawab, dan akhlak yang mulia,” tutup Kombes Sumarni. (Nr)









