IDN Hari Ini, Humbang Hasundutan- Kondisi Tanah Lapang Merdeka Doloksanggul, Kecamatan Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan, sangat memprihatinkan.
Lapangan yang seharusnya menjadi pusat pembinaan olahraga masyarakat kini tampak terlantar, dengan tumpukan sampah menyebar di sejumlah titik serta rumput liar yang tumbuh tak terkendali menutupi sebagian besar permukaan tanah.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Rabu (25/2/2026), area lapangan utama tidak lagi layak digunakan secara optimal untuk aktivitas olahraga. Rumput liar tumbuh tinggi dan merata, sementara sampah plastik dan limbah rumah tangga terlihat berserakan. Kondisi ini kontras dengan fungsi lapangan sebagai ruang publik dan sarana pembinaan generasi muda.
Sejumlah warga mengaku resah. Lapangan tersebut selama ini menjadi tempat berkumpul dan berlatih, terutama bagi remaja yang rutin menggelar latihan sepak bola dan kegiatan fisik lainnya.
“Sebenarnya kondisi lapangan seperti ini sudah terjadi tidak dalam waktu singkat, bahkan bisa dibilang sudah tahunan tidak mendapatkan perawatan yang layak.
Kadang-kadang kami terpaksa membersihkan sendiri tumpukan sampah agar latihan bisa tetap berjalan,” ujar seorang pengguna lapangan yang enggan disebutkan namanya.
Menurutnya, persoalan ini bukan sekadar mengganggu aktivitas olahraga. Tumpukan sampah yang dibiarkan menumpuk berpotensi menjadi sarang penyakit serta merusak estetika lingkungan sekitar.
Ia berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait segera mengambil langkah konkret.
“Kami hanya berharap pemerintah bisa segera memperbaiki dan merawat lapangan ini agar kembali nyaman digunakan seluruh masyarakat,” tambahnya.
Tak hanya lapangan utama, kondisi pinggiran yang sebelumnya dilengkapi paving block juga luput dari perawatan. Hampir seluruh permukaan tertutup rumput liar.
Bahkan, ruangan di bawah tribun yang semestinya difungsikan sebagai fasilitas pendukung olahraga kini berubah menjadi tempat pembuangan sampah sembarangan.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga Humbahas, Dina Simamora, melalui pesan WhatsApp menyampaikan bahwa persoalan di Tanah Lapang Merdeka akan segera ditindaklanjuti oleh pihak dinas.
Namun, ketika ditanya mengenai ketersediaan dan besaran anggaran pemeliharaan rutin lapangan tersebut, pihak dinas tidak memberikan penjelasan rinci terkait alokasi dana yang telah disiapkan.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik mengenai transparansi pengelolaan anggaran pemeliharaan fasilitas umum. Masyarakat berharap adanya keterbukaan informasi serta langkah nyata dari pemerintah daerah agar Tanah Lapang Merdeka kembali berfungsi sebagaimana mestinya.
Sejumlah pihak juga menilai perlunya pengawasan lebih lanjut terhadap penggunaan anggaran pemeliharaan fasilitas olahraga di daerah tersebut, guna memastikan tidak terjadi penyimpangan dan seluruh dana digunakan sesuai peruntukannya demi kepentingan masyarakat luas.(Manda)










