Home / DKI / Ekonomi / Infografis / Metropolitan / Nasional / Regional

Rabu, 25 Maret 2026 - 22:15 WIB

Wisata Berbasis Kearifan Lokal, Lomba Kapal Tradisional Jadi Andalan

IDN Hari Ini, Kep. Seribu—  Lomba adu cepat kapal nelayan tradisional akan menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran “Gelora Bahari Seribu Utara 2026” yang akan  berlangsung pada Kamis, 26 Maret 2026. 

Perlombaan tersebut akan dimulai pukul 08.00 WIB dari garis start di Pulau Kelapa dan berakhir di Pulau Harapan. 

Rute tersebut dikenal sebagai jalur perairan yang kerap dilalui nelayan, sekaligus menyuguhkan panorama khas pesisir Kepulauan Seribu.

Mengusung tema “Semangat Bahari Menuju Wisata Berdikari”, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas maritim sekaligus mendorong pengembangan sektor pariwisata berbasis masyarakat.

Kapolres Kepulauan Seribu AKBP  Argadija Putra, SIK, MSi dijadwalkan hadir dan telah menyatakan dukungannya terhadap kegiatan tersebut. 

Argadija menilai, potensi bahari di wilayah Kepulauan Seribu, khususnya di kawasan Pulau Kelapa hingga Pulau Harapan, memiliki nilai strategis untuk dikembangkan secara berkelanjutan. 

Sementara itu, Lurah Pulau Kelapa Muhammad Adriansyah saat dihubungi HITV lewat pesan WhatsApp, Adriansyah pun menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya lomba tersebut.

Ia menilai, kegiatan ini tidak sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana pelestarian budaya maritim khas Kepulauan Seribu.

“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya lomba kapal cepat tradisional ini sebagai wujud pelestarian budaya bahari. Kegiatan ini juga menjadi upaya memperkenalkan warisan leluhur kepada generasi muda agar bangga akan identitas pesisir,” ujarnya.

Ia menambahkan, nilai-nilai kejujuran dan persaudaraan antarwarga menjadi hal penting yang dijunjung selama kompetisi berlangsung.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu memotivasi para nelayan untuk terus berinovasi dalam teknik pembuatan kapal tradisional yang tangguh dan kompetitif.

Lebih jauh, Adriansyah menilai, penyelenggaraan lomba ini memiliki dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal. 

“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan yang berdampak langsung pada kebangkitan ekonomi masyarakat, khususnya di Kelurahan Pulau Kelapa dan Pulau Harapan,” katanya.

Efek berganda dari kegiatan ini mulai terasa, terutama bagi pelaku usaha kecil. Peningkatan kunjungan wisatawan berpotensi mendorong sektor jasa transportasi laut, penginapan, hingga penjualan kuliner dan produk olahan hasil laut.

Dengan kolaborasi antara masyarakat, kelompok sadar wisata, dan pemangku kepentingan, Speed Race Kapal Nelayan Tradisional diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga motor penggerak ekonomi berbasis kearifan lokal di Kepulauan Seribu Utara. (T-Red) 

Share :

Baca Juga

Daerah

Pisah Sambut Camat Kaliwiro Berlangsung Haru dan Penuh Suka Cita

Daerah

Polsek Mandrehe Razia Lokasi Judi Sabung Ayam di Desa Lasara Bagawu

DKI

Petisi Ahli–MIO Indonesia Ajukan Evaluasi KPK di Tengah Sorotan Publik*

Daerah

Isak Tangis Iringi Pemakaman TKI yang Tewas di Malaysia

DKI

Mahkamah Konstitusi Menolak Gugatan Terkait Hasil Pilpres 2024 Capres-Cawapres 01 dan 02

Cirebon

Polwan Polresta Cirebon Gelar Patroli Ngabuburit dan Berbagi Takjil yang Dimasak Sendiri

Daerah

Bupati Humbahas Ajukan Usulan Proposal, Perbaikan Ruas Jalan Batu Gaja – Pakpak Barat

Daerah

Semarak Hari Jadi ke-348 Kota Gunungsitoli, Gunungsitoli Ethnic Music Festival Kembali Digelar di Alun-Alun Kota Gunungsitoli