IDN Hari Ini, Wonosobo – Paket kegiatan fisik konstruksi yang direncanakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Wonosobo Tahun Anggaran 2024 diduga tidak pernah terealisasi.
Informasi ini mencuat setelah sejumlah pihak menyatakan bahwa beberapa proyek fisik yang telah dianggarkan, seperti pembangunan jalan, rehabilitasi fasilitas umum, dan infrastruktur lainnya, tidak menunjukkan tanda-tanda pengerjaan hingga akhir tahun.
Ketiadaan realisasi ini menuai sorotan dari masyarakat dan pemerhati pembangunan di daerah. Mereka menilai pemerintah Kabupaten Wonosobo tidak menunjukkan komitmen untuk memberikan pelayanan yang maksimal bagi masyarakat luas.
“Ini mencerminkan bahwa pelayanan publik bukanlah prioritas utama. Padahal, infrastruktur yang memadai sangat penting untuk mendukung aktivitas masyarakat,” ujar Ketua Investigasi LSM Komite Independen Penyelamat Anak Bangsa (KIPANG) Sugito dikediaman nya, ketika ditemui pada Selasa (3/12/2024).
Sementara itu, beberapa sumber di lingkup internal pemerintah daerah mengungkapkan bahwa kendala administrasi dan lemahnya koordinasi antar dinas menjadi faktor utama mandeknya proyek-proyek tersebut, bahkan sampai ada jembatan ambruk.
Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Wonosobo terkait isu tersebut.
Masyarakat berharap agar transparansi terkait penggunaan anggaran segera diperjelas, dan proyek yang telah dianggarkan dapat dilaksanakan.
“Jika dibiarkan, ini akan menimbulkan kekecewaan mendalam bagi warga dan berpotensi mengurangi kepercayaan terhadap pemerintah daerah,” tambah Sugito.
Hingga kini, berbagai elemen masyarakat mendesak agar pemerintah daerah segera memberikan penjelasan resmi terkait persoalan ini serta mengambil langkah konkret untuk memastikan anggaran digunakan sesuai peruntukannya. (Tim Red)










