IDN Hari Ini, Nias – Kunjungan kerja Panglima Komando Daerah Militer I/Bukit Barisan, Hendy Antariksa, ke wilayah Kepulauan Nias diwarnai dugaan intimidasi terhadap sejumlah wartawan saat hendak melakukan wawancara di Bandara Binaka Gunungsitoli, Senin (25/5/2026).
Kedatangan Pangdam I/BB tersebut dalam rangka meninjau kegiatan Karya Bhakti di Desa Howu, Kecamatan Bawalato, Kabupaten Nias.
Kehadiran Mayjen TNI Hendy Antariksa disambut oleh Danrem 023/Kawal Samudera Kolonel Inf. Iwan Budiarso serta Dandim 0213/Nias Letkol Sampe Tua Butar-Butar di Bandara Udara Binaka Gunungsitoli.
Namun, di tengah agenda yang disebut bertujuan memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat, sejumlah wartawan mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan saat mencoba melakukan doorstop atau wawancara singkat kepada Pangdam sesaat keluar dari lobi VVIP bandara.
Salah seorang wartawan media elektronik, Helpin Zebua, mengaku dihadang ajudan Dandim 0213/Nias, Praka Sukma Gea. Menurutnya, penghadangan tersebut juga melibatkan Dantim Intel Korem 023/Kawal Samudera Kapten Jonson Pasaribu.
“Ketika melakukan doorstop, Praka Sukma menghadang kami dengan menanyakan undangan sambil merentangkan tangan. Bukan hanya itu, Kapten Jonson juga membentak wartawan yang merekam peristiwa penghadangan tersebut,” ujar Helpin kepada wartawan.
Helpin menjelaskan, materi wawancara yang hendak disampaikan kepada Pangdam berkaitan dengan dugaan minimnya keterbukaan informasi publik di lingkungan Kodim 0213/Nias, termasuk soal pelaksanaan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
“Beberapa waktu lalu saya sudah berulang kali mengkonfirmasi Dandim 0213/Nias melalui pesan WhatsApp terkait pembangunan KDKMP.
Namun, Dandim malah beranggapan saya menyerangnya.Menurut saya, sikap seperti ini menunjukkan kurang terbukanya informasi kepada publik,” katanya.
Peristiwa tersebut menuai kekecewaan dari kalangan jurnalis yang menilai tindakan penghadangan terhadap wartawan saat menjalankan tugas peliputan tidak sejalan dengan semangat keterbukaan informasi dan kemitraan antara aparat dengan insan pers.
Hingga berita ini ditayangkan, Dandim 0213/Nias Letkol Sampe Tua Butar-Butar belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang disampaikan wartawan terkait insiden tersebut.(T-Red)










