Home / Tulungagung

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:51 WIB

Filosofi Indah di Balik Takir Plontang, Tradisi Suroan Warga Tanggunggunung Tulungagung yang Tetap Lestari

IndonesiaHariIni.com, Tulungagung – Bulan Suro atau Tahun Baru Islam selalu menjadi momen sakral yang sarat akan tradisi bagi masyarakat Jawa. Di Kabupaten Tulungagung, tepatnya di Desa Tanggunggunung, Kecamatan Tanggunggunung, momen ini disambut dengan penuh suka cita melalui tradisi unik bernama Kenduri Takir Plontang.

Suasana guyub rukun begitu terasa ketika ratusan warga dari berbagai penjuru rukun tetangga (RT) berkumpul di sudut-sudut jalan desa untuk menggelar doa bersama sebagai wujud syukur dan tradisi satu atap.

Acara yang berlangsung serentak di seluruh wilayah RT se-Desa Tanggunggunung ini menjadi wadah mempererat tali silaturahmi. Setiap Kepala Keluarga (KK) dengan antusias membawa lima buah takir plontang dari rumah masing-masing untuk dikumpulkan.

Sukadi Siva (58), salah satu tokoh masyarakat sekaligus Ketua Adat Desa Tanggunggunung mengungkapkan bahwa tradisi ini merupakan bentuk refleksi spiritual sekaligus ekspresi rasa syukur kepada Sang Pencipta.
“Kami bersama-sama mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan karena telah diberi kesehatan, keselamatan, dan rezeki yang melimpah,” ujar Sukadi saat ditemui di sela-sela acara, Selasa (16/6/2026).

Menurut Sukadi, berkumpulnya warga bukan sekadar formalitas tahunan, melainkan sebuah ikhtiar batin agar kehidupan desa ke depan bisa menjadi lebih baik, aman, dan semakin sejahtera.

Bagi masyarakat awam, istilah “takir” sendiri mungkin sudah biasa terdengar. Namun, “Takir Plontang” memiliki keunikan tersendiri yang membedakannya dari takir pada umumnya.

Secara fisik, wadah tradisional dari daun pisang ini dibuat dengan bentuk agak miring. Bentuk yang tidak simetris ini justru menyimpan filosofi hidup yang sangat mendalam, seperti:
Simbol Ketidaksempurnaan Manusia: Bentuknya yang miring mengingatkan manusia bahwa kesempurnaan sejati hanya milik Tuhan. Manusia adalah makhluk fana yang penuh dengan kekurangan, sehingga harus selalu rendah hati (nrima ing pandum).

Pengingat Keseimbangan Hidup: Takir yang miring akan sangat mudah tumpah jika tidak diletakkan dengan hati-hati. Ini adalah pesan tersirat bahwa manusia harus menjaga keseimbangan hidup antara dunia dan akhirat, serta urusan lahir dan batin.

Filosofi Ditoto lan Dipikir: Kata “Takir” sendiri dalam bahasa Jawa merupakan kerata basa dari ditoto lan dipikir (ditata dan dipikirkan). Artinya, dalam menjalani hidup baru di tahun yang baru, manusia wajib menata hati dan pikirannya agar menjadi pribadi yang lebih baik.

Sebelum makanan disantap bersama-sama (kenduri), ritual dimulai dengan pembacaan doa. Uniknya, prosesi doa di Desa Tanggunggunung ini mengombinasikan dua unsur budaya yang harmonis, yaitu ujub hajatan menggunakan bahasa adat Jawa lama dan ditutup dengan doa-doa keagamaan.

“Langkah ini kami lakukan untuk menjaga adat dan budaya leluhur, sekaligus tidak meninggalkan jati diri kami sebagai umat beragama” tutup Sukadi Siva dengan bangga.

Tradisi Suroan Takir Plontang di Desa Tanggunggunung ini membuktikan bahwa di tengah gempuran modernisasi, kearifan lokal tetap punya tempat istimewa di hati masyarakat dan berhasil merawat kebersamaan, kesederhanaan, dan rasa hormat kepada sejarah leluhur.

Jurnalis : N. Fandry
Editor : Redaksi IDN Hari Ini

Share :

Baca Juga

Jatim

Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Nurus Salam Desa Sodo Pakel Gelar Wisuda 2023

Tulungagung

Rakor Menyikapi Penanganan Banjir & Reboisasi Wilayah Kecamatan Kalidawir

Tulungagung

Desa Pojok Campurdarat Tulungagung Sukses Gelar Pilkades Antar Waktu

Tulungagung

Ari Kusumawati, Tersangka Tipikor Proyek Jalan Di Tulungagung Masuk Proses Persidangan

Tulungagung

Ketua KPRI Kauman Tulungagung Sebut Ada Keuntungan Dari MOU dalam Program Bantuan Siswa Miskin

Daerah

DPRD Tulungagung Terkesan “Ngambang” Soal Hearing BSM, PKTP : Wakil-Wakil Kita Sudah Pintar !!!

Daerah

LSM Badak Laporkan Kejari Tulungagung Ke Komisi Kejaksaan Republik Indonesia

Daerah

Pemdes Pojok Campurdarat Rutinkan Kegiatan Kesehatan Untuk Warganya