IDN Hari Ini, Kabupaten Wonosobo – Kasus Postingan capres/cawapres dari Partai Gerindra yang melibatkan oknum dosen di sebuah perguruan tinggi di Kabupaten Wonosobo masih terus menjadi sorotan.
Hari ini, relawan Prabowo dan LP KPK Wonosobo melakukan upaya penyelidikan dengan mengunjungi universitas swasta yang terlibat dalam insiden tersebut.
Sapuan Winanto, anggota Tim Relawan Prabowo dan LP KPK, memberikan pernyataan bahwa ketika mereka tiba di lokasi, oknum dosen yang terkait dengan kasus tersebut tidak berada di tempat.
Sapuan menyebut bahwa oknum dosen tersebut telah pergi sejak pukul 9 pagi, namun mobilnya masih terparkir di sekitar lokasi selama sekitar 2 jam. Meskipun telah menunggu, tidak ada kepastian keberadaan dosen tersebut.
Sumardiyo, S.E selaku Ketua DPC Partai GERINDRA Kabupaten Wonosobo sekaligus Wakil Ketua DPRD Wonosobo, mengajak kepada masyarakat Kabupaten Wonosobo untuk lebih selektif di dalam membaca berita atau men-share kan berita sehingga tidak menimbulkan berita atau tanggapan negatif terkait pemilu.
Selain itu, Sumardiyo, S.E juga mengajak kepada segenap keder GERINDRA secara khusus tidak ikut-ikutan didalam balck campaign dan secara umum.
Sumardiyo, S.E mengajak masyarakat Kabupaten Wonosobo untuk menikmati Pesta Demokrasi pada Tahun 2024 secara baik dan damai seperti kearifan lokal masyarakat Kabupaten Wonosobo yang terkenal dengan santri dan santunnya. Jangan sampai karena fanatisme yang sempit merusak dan membuat suasana gaduh di Kabupaten Wonosobo. Semua dimaknai dan disikapi secara dewasa dan bijak, pungkasnya
Suradi Romelan, ST. selaku Sekretaris dan Ketua Bappilu DPC Partai Gerindra Wonosobo serta Anggota Komisi A DPRD Kab. Wonosobo, menegaskan bahwa partainya tetap fokus pada tujuan utama dan persiapan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden yang akan datang, karena target kita harus menang baik pileg maupun pilpres di Kab. Wonosobo.
“Kami tidak akan mudah terpancing oleh postingan dan isu-isu seputar kasus ini atau black campaign. Yang paling penting, kami berkomitmen untuk menang dan memerangi tanda-tanda kecurangan dalam pemilu Tahun 2024, ujar Suradi
Kasus ini tetap menjadi perhatian publik, sementara berbagai pihak terus memantau perkembangannya dan menekankan pentingnya menjaga integritas pemilu di masa yang akan datang. (Sugito)










