IDN Hari Ini, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan meningkatkan asupan gizi anak sekolah dan menekan angka stunting kini menjadi sorotan.
Di sejumlah daerah, ditemukan banyak paket makanan MBG yang tidak dikonsumsi dan sering kali berakhir terbuang, memicu potensi kerugian negara dalam jumlah yang sangat besar.
Estimasi Potensi Kerugian-
Berdasarkan simulasi perhitungan di lapangan, apabila satu paket MBG dianggarkan rata-rata Rp15.000 per siswa per hari dan terdapat 10 juta penerima manfaat secara nasional, maka kebutuhan anggaran per hari bisa mencapai Rp150 miliar.
Apabila diasumsikan 10 persen saja dari total paket tersebut terbuang akibat tidak terserap, keterlambatan distribusi, atau kualitas makanan menurun, maka potensi kerugian bisa mencapai:
– Rp 15 miliar per hari
– Rp105 miliar per minggu
– Rp420 miliar per bulan
Jika tingkat pemborosan lebih tinggi di sejumlah wilayah, angka kerugian secara akumulatif berpotensi menembus triliunan rupiah dalam hitungan waktu tertentu.
Faktor Penyebab yang ditemukan di lapangan antara lain:
- Distribusi tidak tepat waktu, makanan datang saat jam pelajaran atau menjelang pulang sekolah.
- Menu kurang sesuai selera siswa, sehingga tidak dihabiskan.
- Pendataan penerima belum akurat, menyebabkan kelebihan pasokan.
Kualitas makanan menurun, terutama di wilayah dengan jarak distribusi jauh.
Seorang kepala sekolah di wilayah Banten mengatakan bahwa masih ada siswa yang memilih membawa bekal sendiri dari rumah. Kadang makanan datang sudah siang, anak-anak sudah kenyang atau mau pulang, akhirnya tidak termakan semua,” ujarnya.
Perlu Evaluasi dan Pengawasan Ketat
Pengamat kebijakan publik menilai, tanpa sistem pengawasan dan evaluasi berkala, program dengan anggaran besar seperti MBG sangat rentan terjadi pemborosan.
Menurutnya, pemerintah perlu:
– Memperbaiki sistem distribusi berbasis waktu sekolah.
– Menyesuaikan menu dengan preferensi lokal.
– Melakukan audit berkala terhadap realisasi dan serapan.
– Memanfaatkan teknologi untuk validasi data penerima.
Program MBG sejatinya memiliki tujuan mulia untuk menciptakan generasi sehat dan unggul. Namun tanpa tata kelola yang baik, potensi kebocoran anggaran bisa menjadi persoalan serius bagi keuangan negara. (T-Red)










