IDN Hari Ini, Nias – Musyawarah Daerah (Musda) ke-IX Majelis Daerah Sumatera Kepulauan Riau (Sumkepri) Gereja Kristen Injil Nusantara (GKIN) resmi dibuka pada Rabu (30/7/2025) di Museum Gunungsitoli.
Acara ini diselenggarakan oleh panitia yang diketuai oleh Pdt. Naso’aro Waruwu, S.Th bersama seluruh majelis gereja GKIN se-Kepulauan Nias.
Pembukaan acara Musda ini turut dihadiri oleh perwakilan Wali Kota Gunungsitoli, yakni Asisten III Pemerintahan Kota Gunungsitoli, serta sejumlah tokoh agama, Kementerian Agama, instansi terkait, dan unsur masyarakat lainnya.
Dalam sambutan yang disampaikan oleh perwakilan Wali Kota Gunungsitoli, pemerintah kota menyatakan dukungan penuh terhadap program-program sinode GKIN dari pusat hingga ke daerah.
Ia juga mengimbau seluruh elemen masyarakat, khususnya jemaat GKIN di wilayah Kota Gunungsitoli, untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang sedang viral, baik melalui media sosial maupun pemberitaan lainnya.
“Pergunakan media sosial secara bijak dan jangan mudah terbawa arus isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ujar perwakilan wali kota dalam sambutannya.
Senada dengan hal tersebut, Kasi Bimas Kristen Kementerian Agama Kota Gunungsitoli, Bapak Saroedi Gea, juga mengajak seluruh peserta dan umat untuk menjaga persatuan serta tidak terpancing oleh perbedaan pendapat yang menimbulkan konflik.
“Jangan terpancing oleh pengaruh-pengaruh negatif. Tetaplah menjaga kedamaian dan kebersamaan dalam iman,” pesannya.
Musda GKIN ke-IX ini ditandai dengan pemukulan gong oleh Ketua Sinode GKIN, Pdt. Dr. Krolyu Pujisayoto, M.Th sebagai simbol resmi dibukanya rangkaian kegiatan Musda.
Dalam sambutannya, Pdt. Krolyu mengapresiasi kehadiran pemerintah kota dan Kementerian Agama, serta menegaskan pentingnya Musda sebagai momentum memperkuat sinergi dan pelayanan gereja di tengah masyarakat.
Acara berjalan lancar dan penuh kekhidmatan hingga ditutup dengan pemukulan gong sebagai simbol penutupan kegiatan.










