IDN Hari Ini,Nias- Kejadian Penghadangan Beberapa Wartawan yang ingin Doorstop (Wawancara) langsung kepada Pangdam Bukit Barisan Menjadi Sorotan di media sosial, Salah satu diantara Politisi partai Gerindra Angkat Bicara. Selasa 26/05/2026
Kabarnya dilansir dari salah satu media Online terkait pernyataan Komandan Kodim (Dandim) 0212/Nias Letkol Inf Sampe Tua Butar-Butar yang diduga kuat membela Ajudannya itu mengatakan saat dikonfirmasi melalui pesan singkat via Whatsapp
Mengatakan, “Selamat siang Pak Edwar, sebelumnya saya menyampaikan itu tidak menghadang pak. Mereka berharap untuk doorstop kita lakukan terpusat karena waktu Bapak Pangdam yang sangat terbatas.
Sesuai dengan pemberitahuan saya sebelumnya, bahwa kami mengundang utk acara Doorstop di Desa Hou kec Bawolato, namun Pak edwar kan tidak bersedia karena Jauh. Jadi, tidak ada kami menghalangi.
Dan tadi media diberikan waktu untuk Doorstop dengan Bapak Pangdam tanpa dibatasi apapun, baik Di desa Hou maupun Hilihao Tugala.
Terimakasih sebelumnya Pak..
Izin komandan jadi karena Doorstop di desa hou, jd ditempat yang lain tidak bisa komandan,,? 🙏
Jawab Dandim, “Bukan tidak bisa pak, tp kami juga punya perencanaan yg sdh disusun dengan baik. Bapak Pangdam ke Nias bukan jalan jalan santai tapi mengawasi pelaksanaan kegiatan, agar program pemerintah sesuai dengan target/selesai. Kalau kami tidak menyesuaikan jadwal bagaimana bisa tercapai?
Sekali lagi kami mohon maaf apabila kami tidak bisa mengikuti jadwal nya rekan rekan.
Semua demi tekad kami membantu masyarakat di kepulauan Nias, ” Ucap Dandim yang diduga berdalih bahwa kegiatan ini perencanaan yang sudah didusun dengan baik.
Hal tersebut membuat Edward Lahagu salah satu Politisi partai Gerindra asal kabupaten nias Angkat Bicara,
“Saya ingatkan Dandim 0213/Nias Jangan nodai Program Presiden dengan sikap anda yang diduga kuat Hadang Wartawan yang ingin Doorstop (Wawancara) Dengan Pangdam I Bukit Barisan,
Karena kehadiran Jenderal Hendy adalah salah satu tugas penting memantau program Presiden Republik Indonesia (RI) Dalam kegiatan pembangunan Infrastruktur jalan, Jembatan dan juga koperasi merah putih yang Program Strategis nasional yang gagasan dan diresmikan oleh presiden Prabowo Subianto yang bertujuan untuk memperkuat dan membangkitkan ekonomi pedesaan serta kelurahan berbasis kerakyatan di desa-desa,” Pungkasnya dengan nada tegas.
Diakhir statementnya Politisi partai Gerindra itu sampaikan,” Jika Penghadangan itu benar dan ada bukti maka laporkan kepada pihak penegak hukum agar diproses,” Tuturnya Mantan ketua Gerakan kristiani Indonesia raya (GEKIRA) Kabupaten nias Utara itu sambil mengakhiri.(Tim-red)










