Rapat Koordinasi Dan Evaluasi Pelaksanaan Detekdisi Dini Preventif Dan Respon Penyakit DiTingkat Kabupaten Humbahas

IDN Hari Ini, Humbang Hasundutan -Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan melaksanakan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Deteksi Dini, Preventif dan Respon Penyakit Tingkat Kabupaten, yang dilaksanakan di Aula Hotel Grand Maju, Doloksanggul, Selasa (4/6/ 2024). Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Humbang Hasundutan yang diwakili Plh. Sekda Jaulim Simanullang.

Dalam arahan dan bimbingan Bupati Humbang Hasundutan yang dibacakan Plh. Sekda Jaulim Simanullang menyampaikan Indonesia saat ini menghadapi penyakit ganda, dimana prevalensi penyakit menular relatif masih tinggi. Demikian juga terjadi peningkatan penyakit-peyakit tidak menular dan kronik-degeneratif, yang lebih banyak disebabkan karena pola kehidupan dari berbagai aspek yang berbah sejalan dengan perkembangan sosial-ekonomi yang ada.

Penyakit tidak menular saat ini menjadi penyebab kematian terbanyak dan membutuhkan pembiayaan negara terbesar untuk pengobatannya.

Berdasarkan Survey Kesehatan Indonesia Tahun 2023 ditemukan 4 penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama kematian yaitu penyakit jantung dan pembuluh darah (termasuk stroke), Kanker, Diabetes dan Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK).

Penanggulangan penyakit menular dan tidak menular adalah upaya kesehatan yang mengutamakan aspek promotif dan preventif yang ditujukan untuk menurunkan dan menghilangkan angka kesakitan, kecacatan, dan kematian, membatasi penularan, serta penyebaran penyakit agar tidak meluas.

Untuk itu perlu dibangun dan dikembangkan koordinasi, jejaring kerja, serta kemitraan antara instansi pemerintah dan pemangku kepentingan. Hal ini diarahkan untuk: pemberian advokasi, pencegahan, pengendalian, dan pemberantasan penyakit, meningkatkan kemampuan sumber daya manusia, serta peningkatan komunikasi, informasi, edukasi, dan meningkatkan kemampuan kewaspadaan dini dan kesiapsiagaan serta penanggulangan KLB/wabah.

Penguatan Upaya Deteksi Dini, Promotif, dan Preventif Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) menjadi kunci keberhasilan untuk dapat mencapai kinerja Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM), sekaligus merevitalisasi fungsi kesehatan masyarakat dari puskesmas.

Mengingat bahwa urusan kesehatan merupakan urusan lintas sektor, maka diharapkan agar masyarakat dan semua sektor berperan aktif baik secara perorangan maupun terorganisasi dalam penyelenggaraan upaya preventif, deteksi dini, dan respon penyakit.

Sementara itu dalam laporannya Kadis Kesehatan dan P2KB, dr. Gunawan Sinaga melaporkan bahwa tujuan rakor dan evaluasi ini adalah untuk melakukan koordinasi bersama lintas sektor untuk pelaksanaan deteksi dini, preventif dan respon penyakit di tengah-tengah masyarakat sekaligus merencanakan strategi percepatan pencapaian target program pencegahan dan pengendalian penyakit.

Pembicara pada kegiatan ini dari Provinsi Sumatera Utara dan Kabupaten Humbang Hasundutan. Peserta kegiatan ini sebanyak 150 orang terdiri dari Kepala OPD, Camat, Kepala Desa, Kepala Puskesmas, Pengelola Program P2P, TP. PKK, Tokoh masyarakat, Tokoh agama, Kader Posbindu dan Kader Posyandu. (Manda m)

Share :

Baca Juga

Cirebon

Polresta Cirebon Sita 65 Miras Hasil Razia Pekat

Uncategorized

PuC Resmi Pake Seragam Oranye 077 dan Ditahan di Rutan Mabes Polri

Cirebon

Kapolresta Cirebon Pimpin Sertijab Kasat Reskrim

Daerah

Bupati Samosir Berinteraksi langsung Dengan Masyarakat Desa lintong Nihuta Kecamatan Ronggurnihuta

Daerah

Pemko Gunungsitoli Gelar Safari Ramadhan, Wali Kota Gunungsitoli Kunjungi Mesjid di 3 Kecamatan

Cirebon

Wali Kota Cirebon Ajak MUI Perkuat Peran dalam Edukasi Lingkungan dan Moral Masyarakat

Banten

Di Duga PT. Fefi Plastik Melakukan Kejahatan Lingkungan Karena Pencemaran Udara Dan Satpol PP Harus Tutup Pabrik Karena lzin Bengkel Berubah Jadi Pabrik

Daerah

Wali Kota Resmikan Terminal Penumpang Pelabuhan Gunungsitoli