Home / Daerah / Hukum / Metropolitan / Nasional / Nias / Regional / Sosial / Sumut

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:11 WIB

Yusman Dawolo: Kritik adalah Bentuk Cinta terhadap Rakyat dan Tanah Kelahiran

IDN Hari Ini, Nias- Seorang ilmuwan atau pengusaha diperantauan yang sudah sukses, dia pasti ada hubungan emosional dan mencintai tanah kelahirannya. Terlebih jika memiliki hati yang peduli, karena pernah merasakan hal yang sama, saat dulu tinggal dikampung halaman.

Tidak mau daerahnya begitu-begitu saja tanpa ada kemajuan, tidak akan rela melihat kemiskinan semakin bertambah, tidak terima birokrasi dilemahkan oleh kepentingan sempit, atau jabatan publik diisi bukan berdasarkan kapasitas dan kompetensi, melainkan karena kedekatan dan kompromi politik.

Bagi kaum intelektual, kecintaan terhadap daerah diwujudkan melalui aksi nyata. Memberi sembako kepada mereka yang tidak punya beras, memberi beasiswa anak-anak yang kurang mampu, menolong mereka yang sakit, dll. Termasuk keberanian menyampaikan kebenaran, koreksi dan gagasan pemikiran demi masa depan rakyat.

Karena itu, kritik yang disampaikan melalui media sosial maupun media massa sejatinya bukan ekspresi kebencian terhadap pemerintah atau serangan pribadi terhadap penguasa. Kritik terbuka merupakan tanggung jawab moral dan bagian dari upaya menjaga agar pemerintahan tetap berjalan pada koridor yang benar, rasional, transparan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.

Kemajuan suatu daerah dan terwujudnya kesejahteraan rakyat sangat ditentukan oleh kualitas tata kelola pemerintahan. Pemerintahan yang berintegritas lahir dari sistem yang menjunjung meritokrasi, terbuka terhadap kritik, memiliki birokrasi yang profesional, serta memberi ruang keterlibatan bagi masyarakat dan kaum intelektual dalam mengawal arah pembangunan.

Selain itu, kemajuan daerah juga dipengaruhi oleh transparansi, akuntabilitas, partisipasi publik, supremasi hukum, dan keterbukaan terhadap pengawasan masyarakat. Pemerintah yang menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan kelompok atau elit kekuasaan akan lebih mudah membangun kepercayaan publik dan menciptakan stabilitas pembangunan jangka panjang.

Oleh sebab itu, setiap kebijakan yang dianggap keliru atau berpotensi merugikan rakyat harus dapat dikoreksi. Dalam sistem demokrasi, kritik merupakan bagian dari pendidikan publik dan bentuk transparansi kepada masyarakat. Publik berhak mengetahui bahwa ada pihak-pihak yang telah menyuarakan keluhan rakyat, memberikan peringatan, sekaligus menawarkan solusi perbaikan.

Sebab dalam banyak kasus, kebijakan yang merugikan rakyat sering lahir dari ruang-ruang tertutup, diskusi tanpa transparansi, kompromi kepentingan, budaya saling melindungi, serta praktik kekuasaan yang alergi terhadap pengawasan publik. Ketika kritik dipaksa hanya disampaikan secara diam-diam, yang terjadi sering kali bukan perbaikan sistem, melainkan pelanggengan atau pembiaran terhadap masalah.

Pemerintah memang memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan dan menjalankan kebijakan. Namun dalam sistem demokrasi, kewenangan tanpa kontrol sangat mudah berubah menjadi kekuasaan yang tertutup.

Pemerintahan yang menutup ruang kritik cenderung mengalami stagnasi birokrasi, lemahnya pelayanan publik, dan rentan terhadap praktik korupsi struktural. Sebaliknya, semakin banyak ilmuwan dan masyarakat terdidik yang berani menyampaikan gagasan konstruktif, maka semakin besar peluang suatu daerah mengalami kemajuan.

Sejarah membuktikan bahwa perubahan besar hampir selalu lahir dari keberanian berpikir kritis dan kesediaan menerima evaluasi. Kita dapat melihat bagaimana Singapura berhasil menjadi negara maju meskipun tidak memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar.

Kemajuan tersebut dibangun melalui birokrasi berbasis meritokrasi, disiplin melakukan tata kelola pemerintahan yang baik, penghargaan terhadap kompetensi, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, serta kemampuan mendatangkan dan menciptakan iklim investasi yang sehat dan terpercaya.

Meritokrasi tidak akan pernah tumbuh dalam budaya takut mengkritik. Pemerintahan yang profesional juga tidak akan terwujud apabila kritik selalu dianggap sebagai permusuhan.

Di era digital dan media sosial saat ini, ruang publik justru dapat dimanfaatkan pemerintah untuk mendengar aspirasi masyarakat secara lebih cepat dan terbuka. Keluhan, saran, koreksi, dan kritik dapat menjadi sumber evaluasi dalam memperbaiki pelayanan publik, memperkuat reformasi birokrasi, serta meningkatkan kualitas pembangunan daerah.

Karena itu, keterbukaan terhadap kritik sesungguhnya merupakan ciri pemerintahan modern dan beradab. Pemerintah yang profesional tidak akan takut dikoreksi, sebab koreksi adalah bagian dari proses penyempurnaan kebijakan dan penguatan demokrasi.

Kesejahteraan rakyat hanya dapat dicapai apabila ruang publik dijaga tetap sehat, terbuka, dan bebas untuk menyampaikan pendapat serta kebenaran. Sebab daerah yang maju bukanlah daerah yang membungkam suara kritis, melainkan daerah yang mampu menjadikan kritik sebagai energi evaluasi dan perbaikan demi masa depan rakyat.

Perlu dipahami, bahwa loyalitas seorang ilmuwan bukan kepada individu yang sedang berkuasa, melainkan kepada kebenaran, etika, ilmu pengetahuan, integritas, kapabilitas, dan kepentingan rakyat banyak.(Tim-Red/SG)

Share :

Baca Juga

Daerah

Cak Imin Tinjau Rencana Sekolah Rakyat di Indramayu, Lucky Hakim: Agustus Sudah Berjalan

Daerah

Pj. Sekda Kota Gunungsitoli Buka Pertemuan Koordinasi, Penyusunan MoU Integrasi Layanan Perlindungan Perempuan dan Anak 2025

Daerah

Outbound Forum Anak Kota Gunungsitoli Tahun 2024

Daerah

Toko Mas “BUDAYA III” Diduga Jual Emas Palsu, FARPKeN Desak Dinas Perdagangan dan Polres Nias Usut Tuntas

Daerah

Proyek Cathlab RSUD DR Thomsen Nias Rp 1 Miliar Lewati Kontrak, PPK Diragukan, Negara Terancam Rugi Puluhan Juta

Daerah

Pembukaan Forum Perangkat Daerah/ Lintas Perangkat Daerah Tahun 2024 Dibuka Wakil Bupati Humbahas

Daerah

PKK Indramayu Sambut Pemimpin Baru, Semangat Baru untuk Kesejahteraan Bersama Keluarga

Banten

UPTD SD Negeri Cilenggang 03, Gelar Purnawiyata Kelas VI Angkatan 2023-2024