IDN Hari Ini, Wonosobo – Bulan Muharram atau Bulan Suro dalam kalender Jawa selalu diwarnai oleh berbagai kegiatan tradisi budaya di sejumlah daerah.
Salah satu tradisi yang masih lestari adalah Nyadran Suro Hamertikitri di Dusun Bojong Pandak, Desa Sidorejo, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo.
Rangkaian acara Nyadran Suro Hamertikitri telah berlangsung sejak 17 Juli 2024 dan mencapai puncaknya pada 21 Juli 2024.
Turut hadir dalam puncak acara, Camat Selomerto Mitro Sembodo yang menyatakan rasa syukur dan bangganya atas suksesnya acara Nyadran Suro Hamertikitri yang mana momentum nya dapat meningkatkan UMKM, khususnya bagi warga Kecamatan Selomerto.
Pada hari keempat ini, berbagai acara menarik digelar, menjadi puncak dari semua rangkaian kegiatan. Acara ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menambah kekayaan budaya bagi masyarakat.
Momen puncak dari seluruh kegiatan ini diwarnai dengan kebahagiaan dan kebersamaan warga Dusun Bojong Pandan. Desa Sidorejo, mempersembahkan sebuah acara bertajuk ungkapan rasa syukur atas segala rahmat yang telah diterima, sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Dalam acara pungkasan ini, berbagai kegiatan digelar, mulai dari upacara adat, pementasan seni tradisional, hingga pasar rakyat yang menampilkan beragam produk lokal.
Tidak hanya warga lokal, acara ini juga menarik perhatian wisatawan yang ingin menyaksikan dan merasakan langsung kekayaan budaya lokal.
Ketua panitia penyelenggaraan Tedjo Pranyoto ketika ditemui Gus Hasan dan awak media indonesiahariini.com, menyampaikan serta berharap agar acara ini dapat terus berlangsung setiap tahunnya sebagai salah satu cara melestarikan warisan budaya nenek moyang.
Kepala desa Sidorejo Muhtoha, yang juga hadir turut memberikan rasa semangat kebersamaan dan rasa syukur dan berharap tradisi ini dapat terus menjadi perekat masyarakat dan menjadi kebanggaan bersama.
Kegiatan acara ini sekaligus juga menjadi sarana bagi generasi muda untuk lebih mengenal dan mencintai tradisi daerah mereka. (Sugito)










