Home / Banten / Hukum / Metropolitan / Nasional / Ragam / Regional / Tangerang Raya

Kamis, 8 Mei 2025 - 12:00 WIB

Kalapas Pemuda Kelas IIA Tangerang Diduga Alergi Terhadap Wartawan, Klarifikasi Terkait Isu Narkoba Mandek

IDN Hari Ini, Tangerang –Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Pemuda Kelas IIA Tangerang, Yogi Suhara, diduga menghindari awak media yang hendak meminta klarifikasi terkait berbagai isu viral yang beredar di publik, termasuk dugaan peredaran narkoba di dalam lapas yang ia pimpin.

Dalam era keterbukaan informasi seperti saat ini, pejabat publik diharapkan bersikap transparan dan kooperatif terhadap jurnalis. Namun, Kalapas Yogi Suhara justru dinilai tidak responsif, bahkan terkesan menutup diri dari upaya klarifikasi yang dilakukan sejumlah wartawan. Surat permohonan audiensi resmi pun dikabarkan tidak direspons.

Ferry, salah satu staf Lapas yang kerap menjadi penghubung antara media dan pejabat lapas, hanya memberikan janji pertemuan yang tak kunjung terealisasi.

Ironisnya, saat dikatakan sedang sibuk mengikuti Zoom meeting, Ferry justru terlihat bersantai bersama koleganya di depan area lapas. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa Ferry turut menghalangi tugas jurnalis.

“Sudah banyak wartawan datang, tetap saja tidak bisa ketemu. Saya juga bingung, beda banget sama Kalapas yang dulu,” ujar salah satu petugas jaga yang enggan disebut namanya.

Kritik keras datang dari Subarna, Sekjen Asosiasi Kabar Online Indonesia (AKRINDO) DPD Banten, yang menyayangkan sikap Kalapas yang dinilai menutup diri dari publik.

“Kalapas seharusnya jadi garda terdepan dalam memberi penjelasan, bukan malah bungkam. Jika tidak ada tanggapan, publik bisa menilai ada sesuatu yang disembunyikan,” tegasnya.

Subarna juga meminta Kementerian Hukum dan HAM melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk turun tangan mengevaluasi kepemimpinan Yogi Suhara. Ia menilai ketertutupan terhadap media bisa berdampak buruk terhadap kepercayaan publik dan mencoreng citra institusi.

Isu yang semakin ramai dibicarakan adalah dugaan peredaran narkoba di dalam Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang. Bahkan muncul pertanyaan publik, apakah ada oknum yang menjadikan lapas sebagai “tambang ekonomi”? Kecurigaan ini makin menguat seiring belum adanya penjelasan resmi dari pihak Kalapas.

Selain itu, proses pemindahan 59 warga binaan ke Nusakambangan juga menjadi sorotan, terutama karena para bandar narkoba justru masih ditahan di Lapas Tangerang. Ketidakterbukaan terhadap proses ini menambah panjang daftar pertanyaan publik.

Dengan terus bertambahnya kontroversi dan minimnya transparansi, wajar jika kepercayaan terhadap kepemimpinan Kalapas saat ini dipertanyakan. Masyarakat dan insan pers menunggu langkah konkret dari instansi terkait agar isu ini tak berlarut dan dapat ditangani secara profesional serta terbuka. (T-Red)

Share :

Baca Juga

Banten

Nilai Uang Ganti Rugi Jalan Looping Benda Terkesan Ngawur, Akhirnya PUPR Kota Tangerang Menjadi Tergugat Di PN Tangerang

Daerah

Pemkab Humbahas Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi 2026, Fokus Kesehatan hingga Program 3 Juta Rumah

Daerah

Kunjungan Bunda Paud Humbahas Ke SD Negeri 172403 Sirisi Dan SD 177056 Kec Dolok Sanggul

Budaya

Polresta Cirebon Raih Penghargaan Pemenang Lomba TPPO Dari Kapolri

Nasional

Kemdagri Terjunkan Tim Asistensi Instalasi ADM Ke Berbagai Daerah

Metropolitan

Menko Marives Umumkan PPKM Jabodetabek Jadi Level 3

Daerah

Kasat Reskrim Polres Nias Berikan Penjelasan, LP Dugaan Penghinaan dan Penghadangan Aksi Jadi Atensi Serius

Cirebon

Polresta Cirebon Amankan Pengedar Obat Terlarang