IDN Hari Ini, Kota Tangerang — Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Tangerang mengaku hingga kini belum menerima kajian ilmiah resmi terkait penetapan Sesar Cisadane sebagai sesar potensial aktif.
Akibatnya, pembahasan teknis langkah mitigasi bencana di tingkat daerah juga belum dilakukan. Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengatakan pihaknya masih menunggu data dan hasil kajian yang komprehensif dari instansi teknis terkait.
Penjelasan mengenai status sesar tersebut disampaikan oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui penyelidik bumi Sukahar Eka.
Ia menerangkan bahwa Sesar Cisadane dikategorikan sebagai sesar potensial aktif, yakni patahan yang memotong batuan berumur Kuarter dan pernah bergerak secara geologis, namun belum memiliki catatan gempa besar pada periode modern.
Menurut Sukahar, status ini berbeda dengan Sesar Baribis Citarik yang telah terbukti aktif pada kala Holosen dan memiliki rekaman aktivitas kegempaan.
Secara morfologi, Sesr Cisadane merupakan sesar mendatar yang berarah barat laut–tenggara mengikuti alur Sungai Cisadane. Panjangnya diperkirakan mencapai sekitar 126 kilometer, melintasi wilayah Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, hingga Tangerang Selatan — kawasan yang dikenal padat penduduk dan pembangunan.
Pemetaan ini diharapkan menjadi dasar penyusunan kebijakan tata ruang dan strategi mitigasi bencana di wilayah Bogor hingga Tangerang. Sukahar menegaskan bahwa Sesar Cisadane bukan sumber gempa darat megathrust.
Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada tanpa panik, memperkuat struktur bangunan, mengikuti sosialisasi kebencanaan, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Gempa tidak bisa dicegah dan waktunya tak dapat dipastikan. Yang bisa dilakukan adalah kesiapsiagaan,” pungkasnya. (Red)










